Jan 29, 2022 12:49 Asia/Jakarta
  • Aksi protes menentang kudeta di ibu kota Myanmar, Naypyidaw.
    Aksi protes menentang kudeta di ibu kota Myanmar, Naypyidaw.

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyatakan sekitar 1,6 juta orang kehilangan pekerjaan dalam satu tahun terakhir sejak kudeta militer di Myanmar (1 Februari 2021).

"Semua pengangguran di Myanmar merupakan hampir 8% dari total pekerja formal dan informal," kata ILO dalam laporannya seperti dilansir kantor berita Anadolu, Jumat (28/1/2022).

"Kudeta militer dan pandemi Covid-19 telah menempatkan jutaan buruh di Myanmar dalam situasi yang suram. Jika ini terus berlanjut, maka ia akan menyebabkan peningkatan kemiskinan dan ketidakamanan di seluruh negeri," tambahnya.

Sektor-sektor utama telah mengalami dampak yang cukup besar. Petani pedesaan sangat terpukul oleh konflik bersenjata, kekerasan, dan ketidakamanan.

Konstruksi, garmen, serta pariwisata, dan perhotelan juga termasuk di antara industri yang paling terpukul pada tahun 2021.

Sebanyak 220 ribu orang menganggur di sektor garmen, yang merupakan salah satu lapangan kerja wanita dengan pertumbuhan tercepat di Myanmar. (RM)

Tags