Feb 06, 2022 12:56 Asia/Jakarta
  • Sebuah desa di Myanmar yang dibakar Junta Militer
    Sebuah desa di Myanmar yang dibakar Junta Militer

Junta militer Myanmar menyerang dua desa dan menembakkan peluru serta artileri serta membakar 800 rumah warga.

Myanmar setelah kudeta militer tahun 2021 yang berujung pada pelengseran Aung San Suu Kyi serta ratusan orang mengungsi, terus dilanda kekerasan. Pakar PBB seraya mengisyaratkan kejahatan yang terjadi seperti penyiksaan, pelecehan seksual dan eksekusi ilegal oleh militer, memperingatkan terjadinya kejahatan perang dan anti-kemanusiaan di Myanmar.

Menurut laporan AFP Sabtu (5/2/2022), saksi mata mengatakan bahwa militer Myanmar baru-baru ini membakar ratusan rumah di Barat Laut negara ini. Sumber ini mengatakan bahwa pada 31 Januari lalu, militer Myanmar menyerang sejumlah desa di sekitar Sagaing. Warga yang tidak bersedia disebutkan identitasnya tersebut mengatakan, militer Myanmar menembakkan peluru dan artileri serta kemudian membakar 200 rumah. Selain itu, di salah satu desa tetangga, militer Myanmar juga membakar sekitar 600 rumah warga dan menurut laporan medial lokal, di dua desa tersebut ratusan rumah juga hancur.

Militer Myanmar dengan klaim terjadinya kecurangan di pemilu parlemen, melancarkan kudeta terhadap partai berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi dan menetapkan kondisi darurat untuk satu tahun.

Junta militer Myanmar sampai saat ini melakukan kekerasan dan teror untuk membungkam kubu oposisi. Selama aksi protes warga menentang kudeta sampai saat ini tercatat 1500 orang terbunuh dan hampir 12 ribu lainnya ditangkap. (MF)

 

 

Tags