Feb 20, 2022 11:55 Asia/Jakarta

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengaku khawatir atas ancaman maraknya teroris Daesh dari Afghanistan. Guterres mengatakan, teroris terampil memanfaatkan kekosongan kekuasaan.

Guterres menandaskan, ancaman penyebaran terorisme ke luar Afghanistan dan juga fenomena maraknya terorisme yang mengkhawatirkan di sejumlah negara Afrika menunjukkan bahwa betapa terampil teroris memanfaatkan kekosongan kekuasaan dan menumbangkan pemerintahan yang rentan.

Komisi pengamat sanksi PBB sebelumnya di laporannya menulis, kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan memicu kekhwatiran terkait Afghanistan menjadi tempat yang aman bagi teroris internasional.

Kekhawatiran PBB atas maraknya radikalisme di Afghanistan dan penyebarannya ke negara-negara di kawasan dan dunia berasal dari situasi yang dihadapi Afghanistan.

Serangan teroris ke masjid Syiah di Qandahar (dok)

Kekosongan kekuasaan di Afghanistan setelah berkuasanya Taliban di negara ini sejak musim panas tahun lalu telah memberi peluang kepada kelompok teroris termasuk Daesh (ISIS) dan al-Qaeda selain meningkatkan aksi teror mematikannya di Afghanistan, juga mengobarkan instabilitas keamanan di tingkat regional.

Selama beberapa bulan lalu, meski ada penekanan dari pemerintah sementara Taliban untuk menjamin keamanan seluruh rakyat Afghanistan, tapi aksi mematikan dan teror Daesh meningkat drastis, di mana masalah ini kian menunjukkan kelemahan milisi ini melawan instabilitas yang ada.

Oktober 2021, terjadi dua serangan teror terhadap jamaah shalat Syiah saat shalat Jumat di Negara Bagian Qunduz dan Qandahar yang menewaskan dan melukai ratusan orang. Serangan brutal tersebut memicu protes luas terhadap pemerintah sementara Taliban.

Menyusul serangan keji Daesh tersebut, ulama Syiah Afghanistan menuntut perhatian serius pemerintah Taliban terhadap tanggung jawabnya menjamin keamanan seluruh lapisan masyarakat termasuk pengikut Syiah di negara ini.

Beberapa waktu lalu, terjadi serangan teror lain di Negara Bagian Herat oleh kelompok teroris Daesh yang menewaskan tujuh warga sipil dan melukai puluhan orang lainnya.

Seiring dengan berlanjutnya serangan dan aktivitas kriminal Daesh di Afghanistan, negara-negara kawasan dan tetangga Afghanistan juga mengkhawatirkan eskalasi instabilitas di negara ini dan penyebarannya ke negara lain melalui berlanjutnya aktivitas kelompok teroris di Afghanistan.

Oleh karena itu, di pertemuan bilateral atau multilateral di tingkat regional dan internasional dengan tema Afghanistan, para peserta selain menekankan pentingnya pembentukan pemerintah inklusif di negara ini, juga meminta pemerintah Taliban melakukan langkah efektif untuk mencegah berlanjutnya aktivitas kelompok teroris termasuk Daesh di Afghanistan.

Dalam keadaan seperti itu, perlunya konfrontasi yang serius dan efektif antara pemerintah Taliban dengan Daesh di Afghanistan dan memastikan keamanan tidak hanya menjadi tuntutan nasional di negara ini, tetapi juga negara-negara regional dan trans-regional, mengingat prioritas kepentingannya, juga menuntut sikap tegas terhadap kelompok teroris di Afghanistan.

Daesh di Afghanistan

Kondisi Taliban yang dililit berbagai krisis di Afghanistan telah mendorong milisi ini tidak memiliki fokus yang cukup terhadap kebijakan dan langkah efektif melawan teroris, di mana hal ini selain mengancam keamanan nasional, juga memicu instabilitas serius bagi negara-negara kawasan.

Diperkirakan bahwa Taliban mungkin, sebagai protes dan reaksi terhadap keengganan masyarakat internasional untuk secara resmi mengidentifikasi milisi tersebut, berencana mengelola krisis akibat aktivitas kelompok teroris di Afghanistan dengan langkah efektif anti-radikalisme sebagai imbalan pengakuan resmi kekuasaan Taliban di negara ini oleh komunitas internasional. (MF)

 

Tags