Mar 13, 2022 11:10 Asia/Jakarta
  • warga Ukraina keturunan Yunani
    warga Ukraina keturunan Yunani

Warga Yunani yang tinggal di salah satu wilayah Ukraina membantah tuduhan Barat terkait pembunuhan warga sipil oleh pasukan Rusia.

Seperti dikutip situs Greek City Times, Minggu (13/3/2022), warga Yunani di Ukraina menuturkan, "Pasukan Rusia tidak membeda-bedakan siapa pun, mereka bahkan memberikan makanan kepada kami."
 
Bersamaan dengan direbutnya kawasan pemukiman warga Ukraina keturunan Yunani, Sartana di 17 kilometer kota Mariupol, oleh pasukan Rusia, warga kawasan ini membantah tuduhan media-media Barat bahwa pasukan Rusia membunuhi warga sipil.
 
Menurut warga Ukraina keturunan Yunani itu, setelah masuk ke desa, pasukan Rusia bukan saja tidak menyerang warga sipil, bahkan membantu mereka dan membagi-bagikan makanan.
 
"Tidak ada seorang pun yang membunuh orang lain di sini. Orang-orang Rusia tidak membunuh siapa pun. Tidak ada yang menembaki warga sipil di sini," ujarnya.
 

 

Warga etnis Yunani itu menambahkan, "Begitu tiba di sini, pasukan Rusia langsung membantu kami. Sekarang tidak ada seorang pun yang bertanya apakah Anda orang Ukraina atau Yunani, atau bertanya Anda berbicara dengan bahasa apa."
 
Mereka menegaskan, "Pasukan Rusia tidak diskriminatif, sementara orang-orang Ukraina diskriminatif, dan memaksa kami untuk berbicara hanya dalam bahasa Ukraina."
 
Seorang perempuan etnis Yunani mengaku, ia bersama suaminya selama dua minggu bersembunyi di ruangan bawah tanah, dan ketika pasukan Rusia masuk, mereka tidak mengganggu, malah memberikan makanan. 
 
Ia melanjutkan, sementara resimen ultranasionalis Ukraina, Azov yang ditempatkan di Mariupol melakukan diskriminasi, gangguan dan siksaan terhadap warga yang tidak berbicara bahasa Ukraina, termasuk etnis Yunani. (HS) 

Tags