Mar 24, 2022 12:51 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov
    Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov

Menteri luar negeri Rusia menggambarkan langkah Barat untuk membekukan aset bank sentralnya sebagai "pencurian murni".

Selain mengirim senjata ke Ukraina, berbagai negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, telah menjatuhkan sanksi berat kepada Moskow setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Politico

Menurut situs Politico, Sergei Lavrov menggambarkan penyitaan aset bank sentral Rusia oleh negara-negara Barat sebagai tanggapan atas perkembangan di Ukraina sebagai "pencurian murni".

"Amerika Serikat dan Uni Eropa memboikot pengiriman suku cadang pesawat. Mereka berusaha menyita pesawat-pesawat yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat dan membahayakan nyawa mereka. Namun mereka tidak peduli," kata menteri luar negeri Rusia, berbicara kepada staf dan mahasiswa di Institut Hubungan Internasional Moskow.

Lavrov menambahkan, "Ketika cadangan bank sentral dibekukan, dari mereka yang memprediksi, tidak ada seorang pun yang memperkirakan sanksi apa yang akan dijatuhkan Barat. Ini benar-benar pencurian murni."

Menurut Politico, menteri luar negeri Rusia menggambarkan tindakan Barat sebagai "pencurian" dan mengatakan, "Rusia tidak boleh lagi bergantung pada sumber daya asing."

Lavrov melanjutkan dengan mengatakan, tentu saja, bahwa Moskow siap untuk bekerja sama dengan mereka dalam waktu dekat jika Barat menginginkannya.

Menyusul gerakan Barat baru-baru ini di dekat perbatasan Rusia, Presiden Vladimir Putin pada 24 Februari memerintahkan serangan militer di wilayah Donbas sebagai tanggapan atas permintaan bantuan militer dari para pemimpin republik Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur.

Setelah itu, jet tempur, artileri, dan sistem rudal Rusia menargetkan posisi militer Ukraina.

Rusia telah menekankan bahwa serangan itu akan membersihkan Ukraina dari para milisi Neo-Nazi dan melucuti senjatanya.(sl)

Tags