Mar 28, 2022 12:09 Asia/Jakarta
  • Ketidakamanan di Sudan
    Ketidakamanan di Sudan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bahwa jumlah orang yang terkena dampak kelaparan dan kelaparan akut di Sudan bisa berlipat ganda dalam beberapa bulan mendatang.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dan Program Pangan Dunia (WFP) telah mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan bahwa konsekuensi dari konflik militer di beberapa bagian Darfur dan wilayah Kordofan adalah krisis ekonomi, dan anjloknya hasil panen yang akan berujung pada pengurangan akses rakyat Sudan pada makanan.

Program Pangan Dunia (WFP)

Organisasi Program Pangan Dunia memperkirakan bahwa jumlah orang yang berisiko kelaparan akut di Sudan bisa mencapai 18 juta pada bulan September mendatang. Saat ini, sekitar 9 juta orang sangat membutuhkan untuk mengakses makanan.

Sesuai dengan pernyataan ini, ketidakamanan di Darfur dan Kordofan mengakibatkan hilangnya mata pencaharian dan kerusakan ladang-ladang pertanian. Kondisi ini menyebabkan pengangguran yang meluas dan peningkatan jumlah orang yang kehilangan tempat tinggal dalam beberapa bulan terakhir.

Sudan telah menjadi tempat protes yang meluas dan kerusuhan dalam beberapa bulan terakhir akibat kudeta militer terhadap pemerintah.

Para pengunjuk rasa ingin militer melepaskan kekuasaan dan menyerahkannya kepada warga sipil, mengadakan pemilihan umum yang demokratis dan memecahkan masalah ekonomi negara.

PBB menyampaikan kekhawatiran atas eskalasi kekerasan dan telah memperingatkan bencana kemanusiaan dan terjadinya kelaparan di Sudan.(sl)

Tags