Apr 03, 2022 14:03 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Perkembangan di Amerika pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya, Trump Desak Putin Buka Kedok Joe Biden.

Selain itu, ada isu lain seperti, Pemerintahan Biden Akui Dampak Negatif Perang Ukraina terhadap Ekonomi AS, AS Gelontorkan Bantuan Keamanan Baru 100 Juta Dolar untuk Ukraina, Price: Pasca-Teror Soleimani Serangan ke Militer AS Naik 4 Kali Lipat, AS kembali Batasi Ekspor ke Rusia dan Belarus, AS Batalkan Uji Coba ICBM di tengah Konflik di Ukraina.

Trump Desak Putin Buka Kedok Joe Biden

Mantan presiden AS, Donald Trump meminta Presiden Rusia, Vladimir Putin mengekspos apa ia ketahui tentang Joe Biden dan keluarganya.

Seperti dilaporkan FNA, Donald Trump Selasa (29/3/2022) saat diwawancarai Just The News meminta Putin menguak apa ia ketahui tentang bisnis Hunter Biden, putra presiden AS saat ini ketika ia aktif berbisnis di Rusia.

Biden dan anaknya, Hunter Biden

Masih menurut sumber ini, Hunter Biden menerima uang cukup besar saat melakukan tugas sebagai konsultan di sejumlah negara seperti Ukraina dan Cina  ketika ayahnya menjabat sebagai wakil presiden Amerika. Bahkan peradilan Amerika juga telah melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

Lama CNN di laporannya menulis, ini contoh terbaru kecenderungan Trump meminta dan menerima bantuan politik dari kekuatan asing, bahkan oleh Putin yang saat ini terlibat perang di Ukraina.

Laman Just The News yang melakukan wawancara esklusif terkait hal ini menulis, Trump, mantan presiden AS mengklaim bahwa di tahun 2020, Senat merilis laporan bahwa Yelena Baturina, investor Rusia dan istri walikota Moskow saat itu, sekitar beberapa beberapa tahun yang lalu membayar sekitar 3,5 juta dolar kepada sebuah perusahaan yang didirikan anak Joe Biden dan Hunter tidak memberi jawaban seputar pertanyaan mengenai kasus tersebut.

Statemen Trump dirilis ketika berdasarkan jajak pendapat Harvard CAPS-Harris yang digelar antara 23-24 Maret, jika pemilu presiden 2024 Amerika saat ini digelar, Trump akan mendapat dukungan 47 persen warga Amerika, sementara Biden akan memperoleh kepercayaan 41 persen warga Amerika.

Pemerintahan Biden Akui Dampak Negatif Perang Ukraina terhadap Ekonomi AS

Kepala Dewan Penasihat Ekonomi Biden mengakui dampak negatif sanksi Barat terhadap Rusia bagi perekonomian AS.

Cecilia Rouse, Kepala Dewan Penasihat Ekonomi Pemerintah Biden hari Senin (28/3/2022) mengatakan, "Operasi Rusia di Ukraina dapat menciptakan lebih banyak tantangan ekonomi dan meningkatkan inflasi di Amerika Serikat,"

"Sejak November lalu, ada tantangan terhadap ekonomi AS, yang paling jelas adalah invasi Rusia ke Ukraina. Serangan ini dapat meningkatkan harga energi dan makanan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan inflasi [di Amerika Serikat]." ujar Rouse.

"Sebelum invasi Rusia ke Ukraina, ekonomi AS juga menghadapi inflasi akibat penyebaran wabah Corona, krisis rantai pasokan, dan permintaan yang melonjak tajam," tegasnya.

Harga bensin di Amerika Serikat telah mencapai $4,23 per galon yang menunjukkan level tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Statistik terbaru juga menunjukkan bahwa inflasi di negara ini meroket mencapai 7,9 persen.

AS Gelontorkan Bantuan Keamanan Baru 100 Juta Dolar untuk Ukraina

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengumumkan alokasi paket keamanan baru negaranya ke Ukraina senilai 100 juta dolar.

Menlu AS, Antony Blinken dalam sebuah pernyataan hari Sabtu (16/3/2022) mengatakan bahwa bantuan keamanan baru senilai 100 juta dolar ditujukan untuk meningkatkan kapasitas Kementerian Dalam Negeri Ukraina dalam mengamankan perbatasan, melindungi operasi polisi dan menjaga infrastruktur penting pemerintah terhadap serangan Rusia.

Menlu AS Antony Blinken

"Anggaran ini akan membantu menyediakan kendaraan pribadi, lapangan, taktis, medis, lapis baja dan peralatan komunikasi untuk layanan Penjaga Perbatasan dan Polisi Nasional Ukraina," ujar Blinken.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden, yang mengunjungi Polandia, menyerukan perubahan pemerintahan di Rusia pada Sabtu malam dalam pidatonya di Istana Kerajaan di Warsawa, ibu kota Polandia.

Sebelumnya, Kongres AS sepakat untuk mengalokasikan 13,6 miliar dolar bantuan ke Ukraina dan beberapa negara Eropa.

Sejak meletusnya perang Ukraina, blok Barat yang dipimpin AS telah memberlakukan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan komprehensif terhadap ekonomi Rusia, termasuk sanksi ekonomi, perdagangan, moneter dan perbankan, serta larangan ekspor dan impor. Namun, tidak ada konsensus di antara negara-negara Barat tentang sanksi terhadap impor bahan bakar energi dari Rusia.

Price: Pasca-Teror Soleimani Serangan ke Militer AS Naik 4 Kali Lipat

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan, setelah AS keluar dari JCPOA, setelah IRGC diumumkan sebagai teroris, dan setelah teror Jenderal Qassem Soleimani, serangan ke pasukan AS meningkat empat kali lipat.

Ned Price, Kamis (31/3/2022) malam dalam jumpa persnya menuturkan, setelah teror Jenderal Qassem Soleimani, Iran semakin mengembangkan program nuklirnya, dan serangan-serangan ke fasilitas serta sekutu AS di kawasan, relatif semakin buruk.

Ia menambahkan, "Selama tahun 2012-2018 serangan luas terhadap pasukan AS, dan fasilitas diplomatik AS di Irak, tidak pernah terjadi, namun hal itu berubah pada tahun 2018, antara tahun 2019 dan 2020, jumlah serangan kelompok-kelompok dukungan Iran, meningkat sampai 400 persen, ini terjadi setelah AS keluar dari JCPOA, setelah pengumuman IRGC sebagai teroris, dan setelah teror Soleimani."

Menurut Ned Price, upaya untuk menumpas kelompok-kelompok dukungan Iran, jika dilakukan berdasarkan strategi yang diwariskan pemerintahan AS terdahulu, tidak akan pernah efektif.

Ned Price

"Kami ingin menyaksikan sebuah strategi yang efektif, dan membuahkan. Kami tetap percaya bahwa kembali ke JCPOA adalah strategi yang tepat," pungkasnya.

AS kembali Batasi Ekspor ke Rusia dan Belarus

Pemerintah Amerika Serikat pada Jumat (1/4) mengumumkan putaran baru pembatasan ekspor ke Rusia dan Belarus dengan menambahkan 120 entitas, terutama perusahaan bidang militer, ke daftar pengendalian perdagangan.

Ke-120 entitas tersebut masuk dalam daftar Departemen Perdagangan AS menyangkut pihak-pihak yang dilarang menerima teknologi sangat penting.

Penambahan daftar itu dilakukan setelah tindakan sama diambil AS baru-baru ini dalam upaya melemahkan militer Rusia sejak sejak Presiden Vladimir Putin menggulirkan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.

Langkah yang diumumkan pada Jumat tersebut ditujukan untuk "menurunkan kemampuan pertahanan, kedirgantaraan, maritim, dan sektor-sektor strategis lainnya milik Rusia dan Belarus sebagai tanggapan atas serangan brutal Rusia ke Ukraina yang berdaulat," kata Departemen Perdagangan.

Gedung Putih, kantor presiden AS, beranggapan bahwa langkah itu bisa mencegah teknologi dan perangkat lunak menjangkau sektor militer di Rusia dan Belarus.

Pengendalian tersebut bergantung pada ketetapan Aturan Produk Langsung Asing.

Berdasarkan aturan tersebut, perusahaan harus membuat barang berteknologi tinggi dan rendah dengan menggunakan peralatan AS jika ingin mendapat surat izin dari Amerika Serikat sebelum dikirimkan ke Rusia.

Dengan aturan itu, Departemen Perdagangan AS juga diperintahkan untuk menolak hampir semua permintaan surat izin.

Secara keseluruhan, Departemen Perdagangan telah memasukkan 260 entitas ke daftar tersebut sebagai tindakan terhadap invasi ke Ukraina, yang disebut Rusia sebagai "operasi khusus."

AS Batalkan Uji Coba ICBM di tengah Konflik di Ukraina

Amerika Serikat (AS) membatalkan rencana peluncuran uji coba rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile/ICBM) Minuteman III dalam upaya untuk menurunkan ketegangan nuklir dengan Rusia di tengah konflik militer yang sedang berlangsung di Ukraina, demikian dikatakan Angkatan Udara AS kepada Xinhua pada Jumat (1/4).

Divisi pers Angkatan Udara AS mengonfirmasi pembatalan tersebut dalam percakapan telepon dengan Xinhua, mengatakan bahwa alasan keputusan itu sama seperti ketika Angkatan Udara AS mengumumkan penundaan tes pada 2 Maret lalu, yakni untuk menghindari salah tafsir atau miskomunikasi dengan Rusia selama operasi militer Moskow di Ukraina.

"Departemen Angkatan Udara baru-baru ini membatalkan uji peluncuran yang direncanakan secara rutin untuk rudal LGM-30G Minuteman III yang dijadwalkan pada Maret 2022. Peluncuran itu sebelumnya ditunda karena pertimbangan kehati-hatian untuk menghindari salah tafsir atau miskomunikasi selama invasi Rusia di Ukraina yang sedang berlangsung dan dibatalkan karena alasan yang sama," ujar Ann Stefanek, juru bicara Angkatan Udara AS, dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Xinhua melalui email.

"Rencana uji peluncuran kami berikutnya akan diadakan di kemudian hari pada tahun ini. Pihak departemen yakin dengan kesiapan kekuatan strategis AS," tambah Stefanek.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Februari memerintahkan pasukan nuklir negaranya untuk waspada tingkat tinggi, mendorong Washington untuk menyerukan deeskalasi dalam apa yang berpotensi menjadi krisis nuklir.

 

Tags