Apr 21, 2022 18:11 Asia/Jakarta
  • Menlu Turki Mevlut Cavusoglu
    Menlu Turki Mevlut Cavusoglu

Kementerian Luar Negeri Turki mengabarkan keinginan negara ini untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah Suriah dalam menghadapi terorisme, dan pengungsi.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu, Rabu (20/4/2022) dalam wawancara dengan stasiun televisi CNN mengungkap kemungkinan kerja sama negaranya dengan Presiden Suriah Bashar Al Assad, terkait terorisme dan pengungsi, tanpa mengakui Assad secara resmi.
 
"Kami menjalin kerja sama dengan Taliban meski sampai sekarang belum mengakui mereka secara resmi, sehingga kami bisa mencegah runtuhnya Afghanistan, dan mencegah peningkatan imigran. Oleh karena itu kami juga bekerjasama dengan rezim Assad, tanpa mengakuinya secara resmi," paparnya.
 
Cavusoglu mengklaim, Turki mendukung integritas teritorial Suriah, dan pasukan Ankara baru-baru ini sudah memulai pertempuran dengan pasukan Kurdi, YPG yang bermaksud memecah belah Suriah.
 
Ia menambahkan, "Tidak mungkin kami mendukung pembagian Suriah, dan organisasi teroris YPG dan PKK, karena instabilitas dalam hubungan dengan rezim ini, karena masalah ini terkait dengan dinas intelijen, dan sudah digelar sejumlah pertemuan intelijen oleh dua negara soal ini."
 
Menlu Turki menyampaikan keinginan Ankara untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah Suriah, padahal setahun lalu negara ini mengambil sikap keras untuk menyingkirkan Assad dari kekuasaan di Suriah. (HS)

Tags