Apr 23, 2022 20:41 Asia/Jakarta
  • Zabihullah Mujahid, Juru Bicara Pemerintah Sementara Taliban di Afghanistan
    Zabihullah Mujahid, Juru Bicara Pemerintah Sementara Taliban di Afghanistan

Seorang juru bicara pemerintah sementara Taliban di Afghanistan menyebut pelaku ledakan dan serangan teroris baru-baru ini di berbagai bagian negara itu sebagai penyebar fitnah.

Dalam beberapa hari terakhir, Kabul, ibu kota Afghanistan dan berbagai bagian lain negara itu, termasuk masjid Mazar-e-Sharif dan Kunduz, telah menyaksikan ledakan dan serangan teroris yang telah menewaskan dan melukai ratusan orang. Kelompok teroris Daesh (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas sebagian besar ledakan ini.

Ledakan teroris di masjid Ahli Sunah di Kunduz

Menurut laporan FNA, Zabihullah Mujahid, Juru Bicara Pemerintah Sementara Taliban di Afghanistan, mengatakan hari ini (Sabtu, 23/04/2022) bahwa Taliban secara serius berusaha menangkap para konspirator jahat terhadap rakyat Afghanistan untuk kemudian menghukum mereka dengan berat.

Zabihullah Mujahid mengutuk ledakan teroris di berbagai bagian Afghanistan, dan menambahkan bahwa ledakan dan serangan teroris ini adalah pekerjaan musuh rakyat Afghanistan, yang tidak ada hubungannya dengan masyarakat Afghanistan.

Pemboman teroris di berbagai bagian Afghanistan telah memicu reaksi domestik, regional dan internasional yang meluas.

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai Sabtu (23/4) mengutuk ledakan bom di masjid Ahli Sunnah di Kunduz, menyebut serangan itu sebagai "konspirasi terbuka" terhadap Afghanistan dan mendesak rakyat negara itu untuk menjaga dan memperkuat persatuan demi menyelamatkan Afghanistan dari niat jahat musuh.

Mengutuk serangan teroris, Abdullah Abdullah, mantan ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afghanistan, mengatakan, "Serangan berulang dan sistematis terhadap orang-orang yang tidak bersalah dan berpuasa di masjid dan pusat pendidikan sipil adalah konspirasi yang tidak dapat disebut apa pun kecuali permusuhan terbuka dengan orang-orang Afghanistan yang terhormat."

Mengacu pada rangkaian serangan teroris dalam beberapa hari terakhir di Afghanistan, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan, eskalasi kekerasan dan teror di negara ini adalah masalah yang sangat memprihatinkan.

Khatibzadeh menambahkan bahwa serangan terhadap masjid Sunni di provinsi Kunduz, yang menjadi lanjutan serangan teroris terhadap masjid Syiah di Mazar-e-Sharif, jelas menunjukkan niat jahat teroris tentara bayaran asing yang berusaha mengobarkan perang saudara di Afghanistan.

Ramiz Alakbarov, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, juga mengutuk serangan teroris dan menekankan bahwa pembunuhan harus dihentikan sekarang dan para pelakunya diadili.(sl)

Tags