Apr 29, 2022 16:09 Asia/Jakarta
  • Menlu AS Antony Blinken
    Menlu AS Antony Blinken

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dicecar pertanyaan tentang kerja sama nuklir Rusia dan Iran, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Hubungan Luar Negeri Kongres AS.

Antony Blinken, Kamis (28/4/2022) mengakui bahwa pemberian izin kerja sama Rusia dan Iran dalam proyek-proyek nuklir non-militer merupakan sebuah "transaksi" bagi AS, karena sejalan dengan upaya menghidupkan kesepakatan nuklir tahun 2015, dan mengucilkan Rusia karena menginvasi Ukraina.
 
Para anggota Kongres yang menentang bergabungnya kembali AS dalam kesepakatan nuklir Iran, berusaha mengaitkan sanksi Rusia terkait Ukraina, dengan perundingan nuklir Iran, yang tengah berlangsung.
 
Darrell Issa, salah satu anggota Kongres AS dari Partai Republik bertanya, "Apakah Anda menjamin selama konflik Ukraina belum terselesaikan secara memuaskan, tidak satu pun sanksi Iran dan Rusia akan dicabut ?
 
Blinken menjawab, "Langkah yang dilakukan Rusia berdasarkan kesepakatan Iran, jika JCPOA dihidupkan kembali, maka itu tidak bertentangan dengan sanksi-sanksi yang sudah diterapkan terhadap Moskow, karena menyerang Ukraina."
 
Mark Green, anggota Kongres yang lain bertanya, "Apakah masuk akal ketika kita menyanksi Rusia, tapi mengizinkan sebuah perusahaan pemerintah Rusia, membangun reaktor nuklir bernilai 10 miliar dolar di Iran ?
 
Menlu AS menjawab, "Ini adalah 'transaksi' antara pembangunan sebuah reaktor yang kuat dengan radiasi, artinya apa pun yang diproduksi oleh reaktor itu tidak bisa secara efektif digunakan untuk membuat senjata nuklir, dan ini merupakan kekhawatiran keamanan yang sangat besar bagi AS." (HS)

Tags