May 16, 2022 20:07 Asia/Jakarta
  • krisis energi di Eropa
    krisis energi di Eropa

Surat kabar Financial Times mengabarkan melonjaknya inflasi dan penurunan pertumbuhan ekonomi di Uni Eropa akibat krisis energi yang dipicu perang Rusia dan Ukraina.

"Brussels telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi di Uni Eropa dan zona Euro, dan memprediksi kenaikan inflasi karena krisis energi yang dipicu perang Rusia dan Ukraina," tulis Financial Times, Senin (16/5/2022).

Menurut Komisi Eropa, pertumbuhan ekonomi di Uni Eropa dan zona Euro diperkirakan akan mengalami peningkatan 2,7 persen di tahun 2022, jauh dari ekspektasi sebelumnya sebesar empat persen.

FT menambahkan, "Inflasi kemungkinan akan naik menembus angka enam persen di Uni Eropa dan zona Euro pada tahun 2022, dan di Eropa tengah serta timur, akan terjadi kenaikan harga-harga hingga dua digit di tahun 2022."

"Selain harga energi yang mengalami peningkatan 38 persen dibandingkan tahun 2021 pada April 2022 di zona Euro, harga pangan dalam rentang waktu yang sama juga mengalami kenaikan lebih dari enam persen, dan telah menyebabkan warga Eropa berhadapan dengan harga yang lebih mahal," imbuhnya.

Tingkat inflasi di Uni Eropa, dan zona Euro pada bulan April 2022 mencatat rekor dengan menyentuh angka 7,5 persen. (HS)

Tags