May 18, 2022 10:49 Asia/Jakarta
  • Pengamat Prancis Ungkap Akar Pemicu Perang Ukraina

Pengamat internasional dari Prancis menilai ekspansi NATO sebagai akar pemicu perang di Ukraina.

Pierre Conesa, mantan pejabat senior Kementerian Pertahanan Prancis dalam wawancara dengan Xinhua baru-baru ini mengatakan bahwa upaya NATO untuk memperluas keanggotaannya hingga mencakup Ukraina, yang dianggap sebagai ancaman keamanan oleh Rusia, menjadi akar pemicu perang di Ukraina. 

Xinhua hari Selasa (17/5/2022) melaporkan, Cones memandang reaksi Moskow terhadap ekspansi NATO sebagai langkah ofensif yang mengancam keamanan Rusia.

"Tentu saja, salah satu prinsip utama NATO adalah memastikan keamanan nuklir para anggotanya, yang berarti pihaknya dapat memasang rudal nuklir di sepanjang perbatasan Rusia, yang sebelumnya tidak seperti itu," ujarnya.

"Jadi, sensitivitas Rusia dirasakan secara jauh lebih kuat oleh negara-negara Eropa dibandingkan Amerika, dan saat ini kita melihat bahwa pemerintah AS menyukai perang," tambah Conesa.

Itulah sebabnya, tutur Conesa, AS lebih ofensif dalam krisis Ukraina dibandingkan negara-negara Eropa.

"Amerika ingin kita segera mengintegrasikan Ukraina secara penuh ke dalam NATO, dan Prancis dan Jerman menjadi pihak yang mencegah gagasan itu. Mereka mengatakan tidak, waspadalah, itu sangat sensitif bagi Rusia, dan itu tidak boleh dilakukan dengan begitu cepat. Kini faktanya kita menyaksikan bagaimana prediksi itu menjadi kenyataan," papar Conesa.

Sebelumnya, Li Yucheng Wakil menteri luar negeri Cina mengingatkan bahwa Amerika Serikat mengorbankan Eropa sambil menuai keuntungan besar dari perang Ukraina.

Rusia melancarkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari menyusul aksi provokatif NATO di perbatasannya. 

Negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, tidak hanya gagal meredakan ketegangan dan mengakhiri konflik di Ukraina, bahkan memperparah konflik dengan mengirimkan peralatan, senjata, dan logistik ke negara ini untuk menghadapi pasukan Rusia.(PH)

Tags