May 18, 2022 11:45 Asia/Jakarta
  • Oposisi Bersenjata Myanmar Minta Dukungan Internasional Lawan Junta Militer

Oposisi bersenjata Myanmar menyerukan bantuan internasional untuk mempersenjatai pasukan perlawanannya menghadapi junta militer yang berkuasa saat ini,

Reuters hari Selasa (17/5/2022) melaporkan, Menteri Pertahanan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) Yee Mon  mengungkapkan bahwa milisi pro demokrasi Myanmar sedang berjuang untuk kebebasan dan hidup rakyat Myanmar.

"Untuk bisa menghadapi tentara Myanmar yang dipersenjatai dengan baik, dibutuhkan lebih dari sekadar solidaritas internasional," ujar kubu oposisi pemerintahan junta militer Myanmar.

"Sikap komunitas internasional untuk Myanmar adalah dukungan moral bagi kami dan kami berterima kasih untuk itu. Kami akan jauh lebih menghargai jika kami mendapatkan dukungan fisik seperti senjata dan dana," kata Yeen Mon dalam pernyataan bertulis tangan yang diberikan kepada Reuters.

"Dengan dukungan itu, kami akan dapat mengakhiri revolusi lebih cepat, meminimalkan hilangnya orang dan harta benda mereka," tegasnya.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta awal tahun lalu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan lebih dari 560.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran.

NUG, aliansi kelompok anti junta, mendeklarasikan "perang pertahanan rakyat" di pedesaan tahun lalu untuk menahan upaya militer  mengkonsolidasikan kekuasaan setelah tindakan keras mematikan selama berbulan-bulan terhadap protes pro demokrasi.

Sementara itu, junta militer Myanmar melabeli NUG sebagai kelompok teroris, yang dibantah oleh kelompok oposisi tersebut.(PH)

Tags