May 21, 2022 14:51 Asia/Jakarta
  • Dinamika Asia Tenggara, 21 Mei 2022

Dinamika Asia Tenggara selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai tanggapan Cina terhadap kesepakatan yang dicapai dalam KTT ASEAN-Amerika Serikat di Washington.

Selain itu, negara-negara ASEAN mengakui sertifikat vaksinasi Covid-19, perdagangan surplus menjadi sinyal ekonomi RI kuat, PM Malaysia mempersoalkan standar ganda AS dalam krisis Ukraina dan Palestina, oposisi bersenjata Myanmar minta dukungan internasional melawan junta militer dan Ramos-Horta berjanji akan bekerja sama dengan negara-negara regional.

 

Zhao Lijian

 

Ini Tanggapan Cina atas Kesepakatan KTT ASEAN-AS

Cina menyambut positif kesepakatan bersama yang dicapai dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Amerika Serikat baru-baru ini sepanjang saling mendukung perdamaian di kawasan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Zhao Lijian di Beijing hari Senin (16/5) mengatakan, "Kami akan senang melihat negara-negara non-kawasan termasuk AS memainkan peran konstruktif dalam mendukung perdamaian di kawasan, namun tindakan apa pun yang dapat merusak perdamaian, stabilitas, solidaritas, dan kerja sama di kawasan, tidak bisa diterima,".

Ia berharap AS tidak mengedepankan mentalitas Perang Dingin dan tidak menghasut blok konfrontasi di Asia.

Zhao mengingatkan AS tidak menyasar pihak ketiga, menghormati sistem pembangunan di negara-negara kawasan, mendukung sentralitas ASEAN dengan tindakan nyata, dan berkontribusi secara sehat dan konstruktif pada kerja sama Asia-Pasifik.

Terkait dengan isu Laut Cina Selatan yang juga terdapat dalam poin kesepakatan ASEAN-AS, Zhao meminta AS menghormati upaya bersama negara-negara di kawasan dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas serta tidak mengganggu proses kode etik (COC).

"Saya memperhatikan AS suka memanfaatkan UNCLOS (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut) di setiap kesempatan (isu Laut Cina Selatan), namun belum bergabung dengan konvensi itu sendiri," katanya.

Oleh sebab itu, dia mempertanyakan kredibilitas AS dalam mengkritik negara lain dengan mengutip UNCLOS.

Beberapa negara anggota ASEAN, seperti Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Vietnam terlibat sengketa wilayah perairan di Laut Cina Selatan dengan Cina.

Cina mengklaim China Laut Selatan sebagai wilayahnya dengan berpegang pada garis sembilan putus-putus yang bersumber dari sejarah, sedangkan negara-negara ASEAN tersebut memiliki kedaulatan di wilayah itu sesuai dengan prinsip UNCLOS.

Mahkamah Arbitrase di Belanda memenangkan gugatan Filipina atas China dalam sengketa wilayah Laut Cina Selatan, tetapi Cina tidak mengakui keputusan mahkamah internasional tersebut.

 

 

Negara ASEAN Akui Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Para Menteri Kesehatan ASEAN berkomitmen untuk bekerja sama menumbuhkan ketahanan pasca pandemi, di antaranya melalui sertifikat vaksinasi Covid-19. Negara anggota ASEAN mengakui bahwa sertifikat vaksinasi Covid-19 menjadi langkah pertama keluar dari pandemi.

“Dengan saling pengakuan terhadap sertifikat vaksinasi Covid-19, diharapkan warga negara anggota ASEAN dapat melakukan perjalanan dengan aman ke negara-negara ASEAN lainnya,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulis, Minggu, 16 Mei 2022.

 Budi Gunadi mengatakan penggunaan sertifikat vaksinasi Covid-19 tetap menjunjung tinggi hukum yang berlaku, peraturan keimigrasian, dan protokol kesehatan wajib di masing-masing negara anggota ASEAN.

 “Dalam pertemuan dibahas pengembangan sertifikat Covid-19 dengan menggunakan standar digital dapat meminimalkan paparan virus Covid-19. Termasuk juga memaksimalkan potensi perjalanan internasional yang aman,” ujarnya.

Secara tidak langsung, kata Budi Gunadi, sertifikat vaksinasi dapat membantu mendorong kegiatan ekonomi untuk memastikan kembalinya bisnis, termasuk pariwisata setelah pandemi Covid-19.

“Fungsi yang sama untuk memfasilitasi kemudahan perjalanan oleh warga ASEAN di kawasan ASEAN,” kata Menkes Budi.

Menurutnya, implementasi verifikasi sertifikat vaksinasi Covid-19 akan dilakukan secara sukarela di masing-masing negara anggota ASEAN. “Negara-negara anggota ASEAN dapat menggunakan mekanisme yang berlaku di masing-masing negara,” katanya.

 Kerena itu, Menkes Budi menekankan pentingnya keterlibatan multi sektoral dalam operasionalisasi sertifikat vaksinasi Covid-19.

Hal ini disampaikan Menkes Budi dalam pertemuan Menteri Kesehatan se-ASEAN ke-15 (15th AHMM) di Hotel Conrad, Bali, Sabtu, 14 Mei 2022.

Selain sertifikat vaksin, dalam pertemuan tersebut turut membahas kerja sama hibah bidang kesehatan. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kunta Wibawa Dasa Nugraha bersama WHO Representative in Indonesia Dr. N. Paranietharan menyepakati kerja sama hibah bidang kesehatan untuk Grant Agreement Biennium 2022-2023.

Kesepakatan itu dilakukan di sela agenda pertemuan menteri kesehatan se-ASEAN (15th AHMM). Grant Agreement Biennium 2022-2023 merupakan dokumen kerja sama hibah sebagai rujukan program budget dan ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes.

Dokumen ini memuat informasi, nilai, bentuk,dan mekanisme, pelaksanaan hibah WHO per-biennium tingkat kementerian.

Program Budget Workplan ini selanjutnya akan berperan sebagai Naskah Perjanjian Hibah antara Satker (unit teknis) penerima hibah di Kementerian Kesehatan dan WHO Indonesia, serta menjadi dasar untuk melakukan registrasi hibah berdasarkan PMK No. 99/2017 dan Permenkes No. 55/2017.

Kerja sama teknis antara Kementerian Kesehatan dengan WHO Indonesia dimulai sejak penandatanganan Basic Agreement pada 1951 yang kemudian diperbarui pada 1958.

 

 

Perdagangan Surplus Jadi Sinyal Ekonomi RI Kuat

Kementerian Keuangan Indonesia menyatakan surplus neraca perdagangan pada April 2022 yang tercatat 7,56 miliar dolar AS mengindikasikan bahwa penguatan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Situs Antara melaporkan, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu di Jakarta, Rabu (18/5/2022) mengatakan, “Bila dibandingkan dengan tahun 2021 maka arah penguatan tahun 2022 diperkirakan jauh lebih baik,”.

Surplus neraca perdagangan sebesar 7,56 miliar dolar AS tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat surplus 4,54 miliar dolar AS.

Kondisi ini juga melanjutkan tren surplus selama 24 bulan berturut-turut dan merupakan surplus tertinggi sepanjang sejarah mengalahkan rekor pada Oktober 2021 yang tercatat 5,74 miliar dolar AS.

Febrio mengatakan surplus neraca perdagangan yang tinggi akan berdampak semakin positif bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II-2022.

Selain itu, hal ini turut menopang stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan risiko global sehingga menjadi bantalan stabilitas ekonomi Indonesia.

“Penguatan ekonomi disebabkan kondisi surplus neraca perdagangan yang lebih besar serta pandemi yang semakin mengarah ke endemi sehingga memperkecil hambatan mobilitas,” jelasnya.

Surplus neraca perdagangan ini tercipta lantaran ekspor Indonesia pada April 2022 berhasil tercatat sebesar 27,32 miliar dolar AS atau tumbuh 47,76 persen (yoy) dengan migas tumbuh 48,92 persen (yoy) dan nonmigas 47,7 persen (yoy).

Sementara untuk impor Indonesia pada April tercatat tetap kuat meski sedikit melambat dari bulan sebelumnya yaitu 19,76 miliar dolar AS atau tumbuh 21,97 persen (yoy).

Secara tahunan, impor migas dan nonmigas masih tumbuh pesat sebesar 88,48 persen (yoy) dan 12,47 persen (yoy).

Sedangkan berdasarkan penggunaannya, impor bahan baku atau penolong, barang modal dan barang konsumsi masih tumbuh positif masing-masing 25,51 persen (yoy), 15,16 persen (yoy) dan 4,21 persen (yoy).

Febrio menjelaskan peningkatan impor barang konsumsi mengindikasikan pulihnya daya beli masyarakat.

Untuk peningkatan impor bahan baku dan barang modal mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas industri di dalam negeri salah satunya didorong perbaikan iklim industri domestik.

“Hal ini juga seiring dengan angka PMI Manufaktur Indonesia yang semakin ekspansif,” ujarnya

 

PM Malaysia

 

PM Malaysia Persoalkan Standar Ganda AS dalam Krisis Ukraina dan Palestina

Perdana Menteri Malaysia mempertanyakan tandar ganda Amerika Serikat ​​dalam krisis Ukraina dan masalah Palestina, serta menyerukan Washington bersikap jujur dalam urusan hubungan internasional.

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob  setelah KTT AS-ASEAN di Washington kepada wartawan IRIB hari Sabtu (14/5/2022) mengatakan bahwa Amerika Serikat mengambil langkah cepat dalam krisis Ukraina, tapi mengapa dalam urusan Palestina tidak melakukan hal yang sama dan menghentikan kejahatan Israel di Palestina.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah menegaskan Malaysia tidak mengakui sanksi sepihak dalam bentuk apapun dan terhadap negara mana pun, kecuali resolusi sanksi tersebut diadopsi oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Ini selalu menjadi prinsip Malaysia. Jika ada sanksinya harus melalui PBB, dan jika resolusinya disahkan oleh PBB, maka sebagai anggota PBB harus menghormati dan mematuhinya," kata Saifuddin dilansir dari Malay Mail, pekan lalu.

Pernyataan PM Malaysia yang membandingkan standar ganda AS dalam masalah Ukraina dan Palestina, menegaskan dukungan pemerintah dan rakyat Malaysia terhadap perjuangan Palestina.

Gerakan Pemuda Muslim Malaysia (ABIM) mengutuk pendudukan dan agresi Israel terhadap Palestina yang telah menyaksikan terjadinya pembunuhan seorang jurnalis oleh pasukan Israel

Presiden Gerakan Pemuda Muslim Malaysia (ABIM), Muhammad Faisal Bin Abdul Aziz di Kuala Lumpur, Rabu (11/5/2022) menegaskan bahwapembunuhan brutal terhadap jurnalis Aljazeera Shireen Abu Akleh mencerminkan arogansi Rezim Zionis dalam melanggar norma dan hukum internasional sebagaimana tercantum dalam Pasal 79 Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa 1949.

 

 

Oposisi Bersenjata Myanmar Minta Dukungan Internasional Lawan Junta Militer

Oposisi bersenjata Myanmar menyerukan bantuan internasional untuk mempersenjatai pasukan perlawanannya menghadapi junta militer yang berkuasa saat ini,

Reuters hari Selasa (17/5/2022) melaporkan, Menteri Pertahanan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) Yee Mon  mengungkapkan bahwa milisi pro demokrasi Myanmar sedang berjuang untuk kebebasan dan hidup rakyat Myanmar.

"Untuk bisa menghadapi tentara Myanmar yang dipersenjatai dengan baik, dibutuhkan lebih dari sekadar solidaritas internasional," ujar kubu oposisi pemerintahan junta militer Myanmar.

"Sikap komunitas internasional untuk Myanmar adalah dukungan moral bagi kami dan kami berterima kasih untuk itu. Kami akan jauh lebih menghargai jika kami mendapatkan dukungan fisik seperti senjata dan dana," kata Yeen Mon dalam pernyataan bertulis tangan yang diberikan kepada Reuters.

"Dengan dukungan itu, kami akan dapat mengakhiri revolusi lebih cepat, meminimalkan hilangnya orang dan harta benda mereka," tegasnya.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta awal tahun lalu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan lebih dari 560.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran.

NUG, aliansi kelompok anti junta, mendeklarasikan "perang pertahanan rakyat" di pedesaan tahun lalu untuk menahan upaya militer mengkonsolidasikan kekuasaan setelah tindakan keras mematikan selama berbulan-bulan terhadap protes pro demokrasi.

Sementara itu, junta militer Myanmar melabeli NUG sebagai kelompok teroris, yang dibantah oleh kelompok oposisi tersebut.

Ramos-Horta Berjanji akan Bekerja Sama dengan Negara-Negara Regional

Presiden baru Timor Leste di acara pengambilan sumpahnya mengkonfirmasikan perluasan hubungan negara ini dengan negara-negara regional.

Menurut laporan ISNA, Jose Ramos-Horta, Presiden Timor Leste yang baru di acara pengambilan sumpahnya mengatakan, "Seluruh upaya pemerintahan baru adalah untuk "memperluas persatuan nasional" dan "membangun hubungan yang lebih erat dengan Cina", serta hubungan baik dengan Indonesia dan Australia."

Ramos-Horta mengatakan bahwa dengan perluasan hubungan bilateral dengan Cina, kami akan bekerja sama di bidang perdagangan, teknologi, energi terbarukan, kecerdasan buatan dan infrastruktur perkotaan dan pedesaan.

"Dirinya akan berusaha untuk ketahanan pangan yang lebih besar dan menyajikan rencana untuk melindungi petani dari fluktuasi harga global," ungkap Presiden Timor Leste.

Ramos Horta juga menambahkan bahwa ia mendukung Timor Leste bergabung dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Peraih Nobel Perdamaian Jose Ramos-Horta memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) Timor Leste dalam Pemilu yang digelar pada 19 April 2022.

Pelantikan Ramos-Horta (72) yang juga dikenal sebagai salah satu bapak pendiri Timor-Leste ini bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Timor-Leste yang jatuh pada 20 Mei.(PH)

 

 

 

 

 

Tags