May 27, 2022 10:31 Asia/Jakarta
  • Presiden Baru Filipina akan Tegas terhadap Cina dalam Masalah LCS

Presiden terpilih Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan akan menegakkan keputusan internasional terkait Laut Cina Selatan.

AFP, Kamis (26/5) melaporkan, ia bersikeras tak akan membiarkan China menginjak-injak hak maritim Manila.

China mengklaim hampir semua jalur air yang kaya sumber daya dilalui perdagangan senilai triliunan dolar setiap tahun.

Sementara, China mengabaikan putusan Pengadilan Arbitrase Permanen yang berbasis di Den Haag pada 2016 lalu. Pengadilan itu mengatakan klaim China tak berdasar.Marcos mengatakan, pihaknya tak akan membiarkan satu milimeter pun hak pesisir laut Filipina diakui negara lain.

"Kami memiliki keputusan yang sangat penting yang menguntungkan kami dan kami menggunakannya untuk terus menegaskan hak teritorial kami. Ini bukan klaim. Ini sudah menjadi hak teritorial kami," ucap Marcos.

Laut China Selatan merupakan salah satu perairan strategis yang paling diperebutkan oleh China dan sejumlah negara di ASEAN.

Kawasan perairan strategis ini memiliki sumber daya alam dan hasil laut yang melimpah. Nilai komoditas perairan ini mencapai triliunan dolar, sehingga memicu sengketa panas terhadap LCS oleh negara-negara kawasan.

Setidaknya terdapat enam negara yang memperebutkan Laut Cina Selatan,yitu: Cina, Filipina, Taiwan, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Vietnam.(PH)

Tags