Jun 12, 2022 12:39 Asia/Jakarta
  • Ribuan Orang AS Berunjuk Rasa Tuntut Pembatasan Ketat Senjata Api

Ribuan orang berunjuk rasa di Washington dan kota-kota besar lainnya di AS menuntut tindakan keras terhadap kebebasan membawa senjata api yang telah menimbulkan banyak korban.

Peningkatan jumlah penembakan membabi buta di Amerika Serikat dengan jumlah korban yang besar karena ketidakpedulian pejabat Gedung Putih dan tekanan lobi dari produsen senjata telah memicu gelombang protes rakyat di negara ini.

Menurut ABC News, ribuan orang di Washington dan kota-kota AS lainnya menggelar demonstrasi massa pada Minggu (12/6/2022) pagi, menyerukan politisi Amerika untuk mengesahkan undang-undang yang bertujuan membatasi peredaran senjata api setelah terjadi pembunuhan bulan lalu di sebuah sekolah dasar di Texas.

Gerakan March for Our Lives, yang didirikan oleh para penyintas pembantaian Florida High School 2018, mengatakan telah merencanakan lebih dari 450 aksi unjuk rasa di seluruh Amerika Serikat, termasuk di New York, Los Angeles dan Chicago.

Dilaporkan sebanyak 40.000 orang telah berkumpul di Washington Central Park untuk menyuarakan tuntutan mereka mengenai regulasi ketat peredaran senjata api.

Menurut IBS News, para demonstran percaya bahwa demonstrasi ini, terutama di Washington, mengirim pesan sederhana kepada para pemimpin politik negara ini, bahwa "kepasifan Anda mengarah pada pembunuhan orang Amerika."

Menurut statistik dari Archive of Armed Violence, setidaknya 240 kasus penembakkan terjadi di Amerika Serikat dalam beberapa bulan tahun ini.

Jumlah kasus penembakan Amerika Serikat telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2021 terjadi hampir 700 kasus penembakan, yaitu 611 pada tahun 2020, dan 417 pada tahun 2019.(PH)

Tags