Jun 17, 2022 16:20 Asia/Jakarta
  • Michelle Bachelet
    Michelle Bachelet

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, rakyat Afghanistan mengalami saat-saat paling gelap di satu generasi.

Berdasarkan laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 18,1 juta orang termasuk 3,19 anak-anak di bawah lima tahun (balita) di Afghanistan membutuhkan pelayanan kesehatan.

Menurut laporan laman UN News Jumat (17/6/2022), Michelle Bachelet di sebuah laporannya kepada Dewan HAM mengatakan, menyusul konfrontasi bertahun-tahun dan sejak berkuasanya Taliban pada Agustus 2021, Aghanistan tenggelam ke dalam krisis ekonomi, sosial, kemanusiaan dan HAM yang parah.

Ia juga memuji keberanian perempuan Afghanistan dalam menuntut hak legalnya, sementara mereka menghadapi kondisi krisis di bawah hukum perilaku represif Taliban.

Di laporannya kepada Dewan HAM PBB, Bachelet menyinggung larangan sekolah bagi anak perempuan oleh Taliban dan pelaksanaan hukum yang keras terhadap perempuan termasuk kendala akses ke pekerjaan dan larangan perempuan berpartisipasi di kehidupan publik dan politik.

"Apa yang kita saksikan hari ini di Afghanistan adalah penumpasan sistematik terhadap perempuan," paparnya.

Lebih lanjut Bachelet juga mengisyaratkan dampak merusak krisis ekonomi dan kemanusiaan terhadap kehidupan seluruh rakyat Afghanistan. (MF)

 

Tags