Jun 18, 2022 20:42 Asia/Jakarta
  • Uni Eropa
    Uni Eropa

Deputi parlemen Eropa mengatakan, Kiev harus menjalankan secara penuh standar Uni Eropa dan tidak harus tergesa-gesa bergabung dengan organisasi ini.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pada 28 Februari 2022 dan empat hari setelah serangan Rusia, mengajukan secara resmi keanggotaan negaranya di Uni Eropa.

Pemimpin 27 negara Eropa di sidang pertama setelah permintaan ini (10 Maret di Prancis), menekankan hubungan lebih dekat dengan Kiev, tapi mereka mengatakan keanggotaan cepat negara ini di Uni Eropa untuk saat ini tidak dapat dilakukan.

Menurut laporan FNA, Katarina Barley, wakil parlemen Eropa Sabtu (18/6/2022) di statemennya menekankan, tidak boleh ada ketergesa-gesaan di keanggotaan ini. Ketika Anda menjadi anggota Uni Eropa, maka Anda tidak akan ditinggalkan.

Seraya mengisyaratkan Hongaria yang pemerintahan konservatifnya dituding Brussels merusak supremasi hukum, pejabat Eropa ini mengatakan, yang terpenting adalah tolok ukur keanggotaan seperti stabilitas lembaga, ekonomi pasar yang efektif dan supremasi hukum dijaga secara penuh.

Barley menambahkan dirinya mendukung pencalonan Ukraina, tapi ia kembali menekankan tolok ukur keanggotaan di Uni Eropa. Ia juga meminta perlakuan yang sama dengan seluruh negara-negara yang bersaing untuk bergabung dengan organisasi ini, seperti Moldova.

Komisi Eropa Jumat (17/6/2022) merekomendasikan agar Ukraina diberikan status kandidat yang menjadi langkah pertama dalam perjalanan panjang menuju keanggotaan. Keputusan akan diputuskan pada pertemuan minggu depan. (MF)

 

Tags