Jun 25, 2022 13:26 Asia/Jakarta
  • Martin Frick
    Martin Frick

Martin Frick, Direktur Divisi Iklim dan Lingkungan di Organisasi Pangan dan Pertanian PBB menyatakan, Kelompok G-7 harus meningkatkan bantuan kemanusiaannya untuk melawan krisis kelaparan global yang semakin parah akibat perang di Ukraina.

Perang Rusia dan Ukraina mendorong eskalasi krisis pangan dan kenaikan inflasi di negara-negara dunia.

Menurut laporan IRNA, Martin Frick seraya mengisyaratkan bahwa inflasi harga bahan makanan saat ini di 36 negara dunia melampaui 25 persen, mengingatkan, "Kelaparan dapat memicu instabilitas di berbagai negara. Oleh karena itu, hal ini memainkan peran vital di dunia untuk menjaga perdamaian dan keamanan."

Pejabat senior PBB ini menjelaskan, tahun ini kemungkinan Program Pangsan Dunia (WFP) tidak mampu menyediakan lebih dari separuh 21,5 miliar dolar dana yang dibutuhkan. Oleh karena itu, WFP membutuhkan bantuan lebih besar.

Kelaparan di dunia (ilustrasi)

Pertemuan tiga hari Kelompok G-7 di Berlin dimulai sejak hari Ahad lalu.

Menteri luar negeri negara-negara anggota G-7 di statemennya mengecam serangan militer Rusia ke Ukraina dan menambahkan, perang ini telah memperparah instabilitas pangan dengan memblokade Laut Hitam, pengeboman silo, pelabuhan gandum dan perusakan infrastruktur pertanian Ukraina.

Menyusul perilisan statemen Kelompok G-7, Presiden Rusia Vladimir Putin di konferensi video para pemimpin negara anggota BRICS yang digelar di Cina, seraya menepis klaim anggota G-7 bahwa operasi khusus Rusia di Ukraina sebagai faktor inflasi global, menyebut aksi tak bertanggung jawab Kelompok G-7 justru pemicu krisis ini.

"Eskalasi inflasi tidak terjadi kemarin, tapi hasil dari bertahun-tahun kebijakan ekonomi makro tak bertanggung jawab negara-negara anggota G-7," papar Putin. (MF)

 

Tags