Jun 28, 2022 13:44 Asia/Jakarta
  • Sekjen PBB Antonio Guterres
    Sekjen PBB Antonio Guterres

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres di laporan ke-13nya terkait implementasi Resolusi 2231 ke Dewan Keamanan menekankan urgensi pencabutan sanksi nuklir sepihak AS terhadap Iran dan Tehran dapat menikmati manfaat ekonomi JCPOA.

Menurut laporan IRNA, sidang periodik Dewan Keamanan membahas laporan sekjen PBB terkait pelaksanaan resolusi 2231 dan kesepakatan JCPOA akan digelar Kamis (30/6/2022) di New York.

Guterres menyerahkan laporan ketigabelasnya terkait implementasi resolusi 2231 Dewan Keamanan pekan lalu kepada dewan ini, dan mengingatkan bahwa JCPOA sebagai opsi terbaik untuk menyelesaikan isu nuklir Iran dan diplomasi multilateral.

Minyak Iran

Berdasarkan resolusi 2231, sekjen PBB berkewajiban menyerahkan laporan setiap enam bulan kepada Dewan Keamanan terkait proses pelaksanaan resolusi ini.

Di laporannya, ia juga menyambut aktivitas diplomatik yang diambil dalam bentuk dialog untuk mendorong seluruh pihak kempai ke komitmen JCPOA dan permintaan kerja sama dekat dan efektif antara pihak-pihak yang terkait.

Antonio Guterres menekankan urgensi pencabutan sanksi sepihak Amerika terhadap Iran dan kesempatan Tehran menikmati manfaat ekonomi JCPOA. Secara khusus Guterres juga mengulang permintaan kepada AS mencabut sanksi yang berkaitan dengan minyak Iran guna mempermudah proses menghidupkan kembali JCPOA.

Washington pada Mei 2018 di masa pemerintahan Donald Trump secara sepihak dan ilegal keluar dari JCPOA. Selain memulihkan sanksi nuklir, Trump juga menjatuhkan sanksi lain terhadap Tehran. Namun demikian, Presiden AS saat ini, Joe Biden menunjukkan minat untuk kembali ke JCPOA, tapi sampai sekarang belum mengambil langkah praktis untuk kembali ke kesepakatan nuklir.

Republik Islam Iran berulang klai menekankan, jika seluruh sanksi dicabut dan pihak lain bersedia melaksanakan seluruh komitmennya, serta kepentingannya di JCPOA dijamin, maka Tehran siap untuk menjalankan kembali secara penuh komitmennya. (MF)

 

Tags