Jul 02, 2022 14:53 Asia/Jakarta
  • Bom nuklir.
    Bom nuklir.

Perkembangan politik, ekonomi dan sosial dalam negeri Amerika Serikat dalam sepekan terakhir diwarnai sejumlah peristiwa penting, di antaranya adalah kontrak 12 miliar dolar untuk modernisasi rudal nuklir Amerika Serikat.

Berbagai media melaporkan kontrak senilai 12 miliar dolar Pentagon untuk memodernisasi rudal nuklir Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Sputnik, menurut kontrak ini, perusahaan BAE Systems akan memperkuat sistem rudal balistik antarbenua (ICBM) Washington dan menyediakan pelayanan profesional berkaitan dengan operasinya.

Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) tidak memberikan perincian lebih banyak mengenai esensi sistem BAE terhadap ICBM yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

Meski demikian Pentagon mengingatkan bahwa mayoritas pekerjaan ini akan dilakukan di pusat senjata nuklir angkatan udara Amerika di pangkalan AU Hill di Utah.

Ini termasuk kontrak terbesar Pentagon di tahun ini di sela-sela pemangkasan bujet pertahanan.

Medernisasi arsenal nuklir Amerika dilakukan setiap tahun. Menteri Energi Amerika tahun lalu mengkonfirmasi modernisasi arsenal nuklir negara ini sebagai faktor pertahanan menghadapi negara lain.

Di tahun 2019, jumlah hulu ledak nuklir Amerika mencapai lebih dari 6.100 buah dan hampir 2.300nya telah dikumpulkan dan menunggu kehancuran. Sementara 3.800 lainnya masih tetap aktif.

Pemerintah Joe Biden di bujet pertahanan tahun fiskal 2023 mengajukan dana sebesar 7,2 miliar dolar untuk rudal jarak jauh termasuk rudal hipersonik.

The Hill: Industri Penerbangan AS Alami Kelangkaan Sumber Daya

Laman The Hill dilaporannya menulis, industri penerbangan Amerika di bulan padat penumpang musim panas menghadapi lonjakan penumpang dan kelangkaan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan.

Menurut laporan laman The Hill, permintaan penerbangan di musim panas tahun ini mengalami lonjakan hebat di banding dengan masa sebelum pandemi Corona.

Data yang dirilis Kantor Keamanan Transportasi (TSA) menunjukkan bahwa jumlah penumpang di berbagai bandara Amerika pada hari Jumat (24/6/2022) mencapai 2.045.000 orang dan tercatat angka tertinggi dalam sehari sejak Februari 2020 hingga kini.

Tapi permintaan tinggi ini menghadapi kelangkaan sumber daya. Maskapai penerbangan telah kehilangan jutaan kursinya di jadwal penerbangan musim panas dan sepertinya akan menaikkan tarif tiket pesawat. Ribuan penerbangan mengalami keterlambatan atau pembatalan.

Kelangkaan sumber daya di Amerika akibat kekurangan pilot, biaya tinggi bahan bakar dan bahkan kondisi cuaca yang memburuk.

Perhimpunan Insinyur Perkotaan Amerika dalam laporannya menyerukan peningkatan investasi di semua tingkat pemerintahan dan sektor swasta dari dua setengah persen dari PDB menjadi tiga setengah persen dari PDB pada tahun 2025.

Menurut laporan Perhimpunan Insinyur Perkotaan AS, tanpa peningkatan anggaran infrastruktur yang signifikan, ekonomi AS akan kehilangan 10 triliun dolar pada tahun 2039, ekspor negara itu akan turun 2,4 triliun dolar, dan tiga juta pekerjaan akan hilang.

Sementara itu, para presiden AS sebelumnya, yakni Donald Trump dan Barack Obama tidak mampu menarik dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan bujet di bidang ini.

NY Times Ungkap Aktivitas Rahasia CIA dan Pasukan Elit AS di Ukraina

Surat kabar Amerika Serikat, New York Times mengungkap aktivitas rahasia Dinas Intelijen AS, CIA, dan pasukan elit negara itu di Ukraina.

New York Times, Sabtu (25/6/2022) mengungkap aktivitas jaringan rahasia yang terdiri dari para mata-mata CIA, dan pasukan elit AS serta sekutu-sekutunya untuk membantu pasukan Ukraina dalam menyerang pasukan Rusia.

Sehubungan dengan bantuan-bantuan yang diberikan jaringan rahasia dan mata-mata Barat kepada pasukan Ukraina untuk menyerang pasukan Rusia, NY Times menjelaskan, "Sebagian besar upaya rahasia Barat, untuk membantu Ukraina dilakukan dari luar negeri ini, misalnya dari pangkalan militer di Jerman, Prancis dan Inggris."

Menurut NY Times, meskipun pemerintah Presiden Joe Biden mengaku tidak akan mengirim seorang tentara pun ke Ukraina, namun beberapa mata-mata CIA secara rahasia aktif di dalam wilayah Ukraina, terutama di Kiev.

"Beberapa pejabat AS yang sudah pensiun maupun yang masih menjabat mengatakan, mata-mata CIA mengelola sejumlah besar informasi yang diberikan kepada pasukan Ukraina," imbuhnya.

Pada saat yang sama, tulis NY Times, komando-komando dari negara NATO lain seperti Inggris, Prancis, Kanada, dan Lithuania juga bekerja sama dengan pemerintah Ukraina, dalam memerangi pasukan Rusia di negara itu.

Senator AS Peringatkan Pendekatan Perang Biden dan NATO terhadap Rusia

Anggota DPR Amerika Serikat memperingatkan, Biden dan NATO berusaha menyeret AS ke perang langsung dengan Rusia.

Amerika Serikat dan negara-negara Barat menjatuhkan sanksi luas terhadap Moskow sebagai respon atas serangan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Sanksi luas yang dijatuhkan kepada Rusia sampai saat ini membuat ekonomi Eropa menghadapi banyak tantangan.

Di sisi lain, banyak negara dunia mendapat tekanan untuk mengiringi sanksi tersebut.

Menurut laporan YJC, Marjorie Taylor Greene, anggota DPR Amerika dari Partai Republik menyatakan bahwa Washington dan NATO mencegah dampak yang tidak dapat diperbaikai bagi seluruh dunia dengan menghentikan tensi di Ukraina.

"Rakyat Amerika tidak menghendaki konfrontasi militer dengan Rusia, tapi NATO dan pemerintahan Biden dengan cara apa pun yang memungkinkan, berusaha menyeret negara ini terlibat konfrontasi langsung," paparnya.

Anggota DPR AS ini menekankan, eskalasi tensi terkait Ukraina, negara non-NATO membawa resiko ke arah perang nuklir; Oleh karena itu Amerika harus keluar dari NATO.

Sekaitan dengan ini, Presiden AS Joe Biden di sebuah pidatonya menyatakan bahwa anggota NATO di KTT pemimpin negara anggota mencapai kesepakatan melawan tantangan dari Cina dan Rusia.

Seraya menjelaskan bahwa selama beberapa hari mendatang Amerika akan memberi paket bantuan militer baru kepada Ukraina sebesar 800 juta dolar, Biden menyatakan bahwa Washington akan menyatukan dunia untuk mendukung Ukraina dan ada negara-negara yang telah mengadopsi komitmen baru untuk mencapai dukungan ini.

Tags