Jul 07, 2022 14:29 Asia/Jakarta
  • Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr
    Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr

Filipina menyatakan kesiapannya untuk menyelesaikan konflik maritimnya dengan Cina.

Tensi antara Cina dan Filipina di perairan yang disengketakan semakin meningkat sejak beberapa pekan lalu ketika Manila menyatakan protesnya karena nelayan Cina memasuki perairannya secara ilegal. Pemerintah Filipina juga mengakhiri perundingan eksplorasi minyak dengan Cina.

Menurut laporan Bloomberg, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan bahwa dia sedang mencari cara untuk bekerja sama dalam menyelesaikan konflik dan perselisihan dengan Beijing dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi.

"Negara-negara Asia Tenggara yang bertetangga dengan Cina harus kuat dan tidak membatasi dirinya dengan konflik maritim," papar presiden Filipina.

Konflik Cina dengan negara tetangga termasuk Jepang, Vietnam dan Filipina terkait perbatasan Laut Cina Selatan dan Latu Cina Timur di kawasan Asia-Pasifik terus berlanjut dan di sisi lain, Amerika selain campur tangan di konflik Laut Cina Selatan, juga mendukung pemisahan Taiwan dan Hongkong.

Cina menilai kehadiran militer negara-negara Barat khususnya AS dan Inggris di perairan kawasan sebagai pemicu konflik dan berulang kali memperingatkan kehadiran ini. (MF)

 

 

Tags