Jul 11, 2022 19:06 Asia/Jakarta

Pemilu Parlemen Jepang (Pemilu Majelis Tinggi Jepang) digelar dua hari setelah pembunuhan terhadap Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Partai berkuasa Jepang, LDP (The Liberal Democratic Party/Partai Demokrat Liberal) dan koalisinya menang telak pada pemilu parlemen Jepang pada hari Minggu, 10 Juli 2022.  

LDP adalah partai tempat Shinzo Abe beraktivitas dalam dunia politik. Partai ini meraih kemenangan dua hari setelah Abe terbunuh dalam serangan teror ketika dia sedang kampanye di Nara pada Jumat (8/7/2022).

Menurut media lokal, LDP meraih 63 kursi, melampaui setengah dari 125 kursi yang diperebutkan di majelis tinggi. LDP dan mitra koalisinya, Komeito, kini akan memiliki 75 kursi di majelis.

LDP memerlukan 56 kursi untuk mempertahankan mayoritas dan 69 kursi untuk memperkuat posisinya. Namun LDP dan Komeito berhasil melampaui angka itu dengan merebut 76 kursi.

Anggota parlemen Majelis Tinggi menjalani masa jabatan selama enam tahun. Pihaknya mengadakan pemilu setiap tiga tahun sekali untuk setengah dari 248 keseluruhan kursi.

Pemilu kali ini diadakan dua hari setelah pembunuhan terhadap Abe yang merupakan salah satu tokoh kunci dari partai yang berkuasa. Mengingat perubahan kondisi keamanan wilayah yang terkena dampak krisis Ukraina dan terciptanya kepekaan yang lebih besar di kalangan rakyat Jepang untuk memperkuat urusan keamanan negara ini, maka dapat dikatakan bahwa kemenangan telak LDP akan berdampak besar pada pelaksanaan program partai ini, terutama di bidang militer dan keamanan.

Abe yang terpilih sebagai PM Jepang pada tahun 2012, telah memulai upayanya untuk membentuk militer Jepang yang kuat dan keluar dari "payung" keamanan Amerika Serikat (AS). Untuk mencapai tujuan ini, dia perlu melakukan amandemen konstitusi, khususnya Pasal 9. Namun dalam dekade terakhir, Abe tidak dapat memperkuat posisi LDP di Senat untuk amandemen konstitusi.

Namun, Abe telah bekerja sangat keras untuk memenangkan mayoritas Senat oleh partai yang berkuasa dengan aktif dalam kampanye pemilu dan bahkan harus kehilangan nyawanya dengan cara yang sama.

James Brady, pakar urusan Jepang, mengatakan, ungkapan simpati rakyat Jepang pasca pembunuhan Abe berdampak pada kemenangan telak LDP. Dengan memperkut keamanan internal, maka akan memungkinkan LDP untuk menciptakan kondisi bagi pelaksanaan program-program Abe terutama untuk membentuk militer yang kuat.

Salah satu program yang dikejar Abe adalah memperkuat semangat nasionalisme di Jepang yang dikenal dengan Shinto, yang pada masa Kekaisaran Meiji menjadikan negara ini menjadi kekuatan pertama di kawasan, dan mulai membuka negara-negara di Cina dan Korea Selatan.

Karena kekhawatiran akan terulangnya kembali pada periode baru, rakyat Jepang tidak menunjukkan keinginan besar untuk amandemen konstitusi, dan Abe tidak dapat mencapai mimpinya untuk memiliki militer yang kuat dan meningkatkan posisi politik dan militer negaranya. Oleh karena itu, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, berkomitmen untuk implementasi rencana-rencana dan ide Abe.

Amin Farjad, pakar masalah politik, mengatakan, ide Abe adalah kemerdekaan keamanan dari Amerika sehingga dia bisa memberikan keamanannya sebagai negara merdeka. Oleh Karena itu, Abe dikenal sebagai seorang nasionalis berdasarkan ajaran kekuatan nasional.

Yang pasti, LDP yang berkuasa telah mencapai peluang besar untuk melewati dari tahap ketergantungan keamanan ke tahap memiliki militer yang kuat dengan amandemen konstitusi, yang jika terealisasikan, akan mengubah situasi politik dan keamanan Jepang secara umum. (RA)

Tags