Jul 16, 2022 17:37 Asia/Jakarta
  • HIMARS.
    HIMARS.

Sejumlah peristiwa menarik dari berbagai bidang terjadi di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir, di antaranya adalah kesiapan AS untuk meningkatkan bantuan militer kepada Ukraina.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa Pentagon akan memberikan bantuan militer senilai 400 juta dolar kepada Ukraina, sehingga total bantuan militer Washington kepada Kyiv (Kiev) menjadi 7,32 miliar dolar.

Menurut Farsnews, Kemlu AS mengumumkan pada hari Sabtu (9/7/2022) bahwa Pentagon telah mempercepat bantuan militer ke Ukraina dalam beberapa pekan terakhir, dan akan mengirim bantuan baru militer senilai 400 juta dolar Amerika.

Sebelumnya, seorang pejabat Pentagon pada hari Jumat menyinggung bantuan baru AS tersebut, dan mengatakan, bantuan ini meliputi Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS).

Menurut pejabat yang berbicara secara anonim itu, paket senjata AS yang baru ini akan mencakup empat HIMARS tambahan dan lebih banyak amunisi, sehingga jumlah total sistem ini menjadi 12.

Paket itu juga akan mencakup 1.000 butir amunisi 155mm jenis baru untuk artileri yang dipasok oleh sekutu-sekutu Barat Ukraina.

Ini adalah paket senjata dan peralatan militer AS ke-15 yang dikirim ke Ukraina dari stok Departemen Pertahanan sejak Agustus lalu.

Paket tersebut juga akan mencakup tiga kendaraan taktis, sistem radar kontra-baterai, suku cadang dan peralatan lainnya.

Pengerahan sistem rudal ini dilakukan sementara Rusia sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika sistem presisi tinggi jarak jauh ini mencapai Ukraina, maka target-target yang sebelumnya belum menjadi pertimbangan, akan diserang.

Selama beberapa minggu terakhir, pasukan Rusia telah mampu membuat kemajuan signifikan di Donbass menggunakan kekuatan artileri yang unggul.

Beberapa hari yang lalu, Kementerian Pertahanan AS mengumumkan bahwa dua sistem rudal permukaan-ke-udara akan menjadi bagian dari putaran baru bantuan militer AS ke Ukraina.

Pentagon mengumumkan bahwa paket baru bantuan militer AS ke Ukraina mencakup dua sistem rudal NASAMS (The National Advanced Surface-to-Air Missile System), empat radar anti-artileri dan 150.000 butir amunisi 155 mm.

AS akan Tambah Bantuan Militer ke Ukraina, Ini Senjata-senjatanya!

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa Pentagon akan memberikan bantuan militer senilai 400 juta dolar kepada Ukraina, sehingga total bantuan militer Washington kepada Kyiv (Kiev) menjadi 7,32 miliar dolar.

Menurut Farsnews, Kemlu AS mengumumkan pada hari Sabtu (9/7/2022) bahwa Pentagon telah mempercepat bantuan militer ke Ukraina dalam beberapa pekan terakhir, dan akan mengirim bantuan baru militer senilai 400 juta dolar Amerika.

Sebelumnya, seorang pejabat Pentagon pada hari Jumat menyinggung bantuan baru AS tersebut, dan mengatakan, bantuan ini meliputi Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS).

Menurut pejabat yang berbicara secara anonim itu, paket senjata AS yang baru ini akan mencakup empat HIMARS tambahan dan lebih banyak amunisi, sehingga jumlah total sistem ini menjadi 12.

Paket itu juga akan mencakup 1.000 butir amunisi 155mm jenis baru untuk artileri yang dipasok oleh sekutu-sekutu Barat Ukraina.

Ini adalah paket senjata dan peralatan militer AS ke-15 yang dikirim ke Ukraina dari stok Departemen Pertahanan sejak Agustus lalu.

Paket tersebut juga akan mencakup tiga kendaraan taktis, sistem radar kontra-baterai, suku cadang dan peralatan lainnya.

Pengerahan sistem rudal ini dilakukan sementara Rusia sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika sistem presisi tinggi jarak jauh ini mencapai Ukraina, maka target-target yang sebelumnya belum menjadi pertimbangan, akan diserang.

Selama beberapa minggu terakhir, pasukan Rusia telah mampu membuat kemajuan signifikan di Donbass menggunakan kekuatan artileri yang unggul.

Beberapa hari yang lalu, Kementerian Pertahanan AS mengumumkan bahwa dua sistem rudal permukaan-ke-udara akan menjadi bagian dari putaran baru bantuan militer AS ke Ukraina.

Pentagon mengumumkan bahwa paket baru bantuan militer AS ke Ukraina mencakup dua sistem rudal NASAMS (The National Advanced Surface-to-Air Missile System), empat radar anti-artileri dan 150.000 butir amunisi 155 mm.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken

AS Meminta Cina untuk Bergabung dengan Sanksi terhadap Rusia

AS meminta Cina untuk menyatukan posisinya dengan sikap Barat melawan serangan Rusia ke Ukraina.

Setelah perang Rusia-Ukraina, negara-negara Barat memberlakukan sanksi berat terhadap Rusia, yang menjadikannya negara dengan sanksi terbesar di dunia, melampaui Iran dan Korea Utara.

Sejak awal perang Ukraina pada 24 Februari, Cina telah mengidentifikasi Amerika Serikat dan Barat secara umum sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dimulainya konflik antara Kiev dan Moskow.

Sesaat sebelum invasi Rusia ke Ukraina, Beijing dan Moskow mengumumkan kemitraan "tidak terbatas".

Menurut laporan ISNA, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah pernyataan dengan rekannya dari Cina, Wang Yi, menyatakan keprihatinan tentang keselarasan Beijing dengan Moskow.

Dalam pertemuan dengan timpalannya dari Cina di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri kelompok G20 di Bali, Indonesia, Menlu AS meminta Cina dan masyarakat internasional untuk bersatu mengutuk serangan Rusia ke Ukraina.

Wang Yi mengatakan bahwa hubungan Cina-AS semakin dalam bahaya "sesat", dan banyak orang percaya bahwa AS menderita masalah serius "Sinofobia".

Presiden AS Joe Biden pada hari Jumat (08/07/2022) menandatangani paket senjata senilai $400 juta untuk Ukraina yang mencakup empat sistem artileri roket mobilitas tinggi (HIMARS).

NY Times: Barat tak mampu Dukung Ukraina untuk Jangka Panjang

Di saat represi terhadap Rusia oleh Amerika dan sekutunya berlanjut, sebuah surat kabar Amerika memperingatkan bahwa Barat tidak memiliki kemampuan untuk melanjutkan dukungan jangka panjangnya di level saat ini kepada Ukraina.

bahwa Presiden AS Joe Biden berjanji "kapan pun diperlukan" akan terus mendukung Ukraina, tidak ada yang berharap bahwa dengan berakhirnya paket bantuan 54 miliar dolar, Washingtoan akan memberi dana miliaran dolar lebih besar kepada Ukraina.

Koran yang dekat dengan kubu Demokrat ini memperingatkan, pejabat Amerika mengakuibahwa gudang senjata Washington dan Eropa semakin menipis dan mempertahankan dukungan materi di level saat ini kepada Ukraina akan menjadi sangat sulit.

Masih menurut laporan New York Times, sepertinya bantuan militer untuk Ukraina yang diratifikasi DPR AS akan berlanjut hingga triwulan kedua tahun mendatang.

Rusia pada 24 Februari 2022, menyusul langkah provokatif Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di perbatasan negara ini, memulai operasi militer ke Ukraina dan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat bukan salah berusaha meredam tensi dan menghentikan perang di Ukraina, bahkan mengobarkan lebih besar instabilitas dengan mengirim peralatan dan senjata serta menekan Rusia.

Meski militer Ukraina mendapat bantuan penuh AS dan negara-negara Barat, pasukan Rusia masih terus melanjutkan pergerakannnya di wilayah Timur Ukraina dan terus maju.  

Donald Trump.

 

Trump: AS Semakin Menurun

Mantan presiden AS Donald Trump di depan pendukungnya dan seraya mengkritik kondisi keamanan Amerika mengatakan, negara ini mulai menurun.

Insiden penembakan mematikan di Hari Kemerdekaan AS di Hinghland Park Chicago, negara bagian Illinois, di kota Houston dan Haltom, negara bagian Texas serta di kota Sacramento, negara bagian California menimbulkan korban tewas dan terluka sedikitnya 43 orang.

Menurut laporan ISNA, Donald Trump Minggu (10/7/2022) di statemennya di Las Vegas, negara bagian Nevada mengatakan, "Kita sedang menurun, dan ini belum pernah terjadi sebelumnya."

"Kini kita masih berani berbicara mengenai demokrasi dengan rakyat kita dan negara lain, tapi demokrasi yang tenggelam ini telah memenuhi jalan-jalan kita dengan darah orang-orang yang tak berdosa," tambah Trump.

Mantan presiden AS ini menjelaskan, jika kita tidak menghentikan kebrutalan yang terus meningkat ini, kita tidak akan lagi memiliki negara dan langkah pertama yang harus dilakukan sebuah pemerintahan adalah membuat negara aman.

Seraya menyinggung pembataian empat Juli lalu di Chicago, Trupm mengatakan, hukum telah mati dan kebijakan pencegahan kriminalitas dan kejahatan pemerintah Joe Biden lemah.

AS Tempatkan Pesawat Pembom B-2 di Australia

Angkatan Udara Amerika Serikat dengan maksud untuk menghadapi Cina, menempatkan beberapa unit pesawat pembom canggih dan anti-radar, B-2 di Australia.

Dikutip situs defense-blog.com, Selasa (12/7/2022), AU Amerika Serikat mengumumkan, pesawat pembom anti-radar B-2 atau Stealth Bomber sudah tiba di pangkalan Angkatan Udara Australia di Amberley.

Pesawat pembom ini merupakan bagian dari gugus tugas pesawat pembom, dan didukung prakarsa kerja sama kesepakatan internasional AS-Australia.

Para pilot pesawat pembom canggih ini dalam melaksanakan tugas latihan pencegahan strategis bersama sekutu, mitra dan pasukan gabungan akan mendukung ketenangan dan keamanan di Samudra Pasifik.

Komandan Skuadron Pesawat Pembom AS mengatakan, "Penempatan pesawat B-2 di Australia telah membuktikan kesiapan pasukan kami. Kami dengan gembira menunggu latihan dan penguatan kerja sama dengan tim-tim kami, serta mitra dan sekutu di seluruh Samudra Pasifik dan Atlantik."

Baru-baru ini pemerintah Australia mengumumkan, pembangunan pangkalan militer Cina di Kepulauan Solomon adalah garis merah AS dan Australia.

Biden: Cina Tantangan Sejati

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden selama pertemuannya dengan Presiden Meksiko, Andrés Manuel López Obrador menyebut Cina sebagai tantangan sejati bagi negaranya.

Pemerintah Joe Biden sejak berkuasa tetap mengadopsi kebijakan pendahulunya, Donald Trump terhadap Cina untuk menekan Beijing dan menjatuhkan sanksi terhadap negara ini. Dengan demikian hubungan Washington-Beijing sampai saat ini masih tegang.

Seperti dilaporkan FNA, Joe Biden di pembicaraannya dengan Andrés Manuel López Obrador mengatakan, "Amerika adalah pabrik dunia, bukan Cina."

Sebelumnya, presiden Amerika mengatakan bahwa dirinya sampai saat iin belum mengambil keputusan terkait isu tarif produk Cina karena Gedung Putih masih terlibat friksi mengenai masalah ini.

Meskipun tarif jangka panjang yang dikenakan oleh Washington terhadap negara ini dalam perang dagang, tapi Cina tetap berhasil memiliki surplus perdagangan tiga miliar dolar dengan Amerika dan ekspor negara ini mencapai 4,6 miliar dolar. Sementara impor dari Amerika tetap berada di level 1,6 miliar dolar.

Presiden AS Joe Biden

Biden: Rakyat Menginginkan Saya

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dengan bersandar pada salah satu jajak pendapat terbaru pemilu mengklaim bahwa mayoritas pemilih Demokrat menginginkan pencalonan kembali dirinya di pemilu 2024.

Tantangan yang dihadapi Biden termasuk inflasi yang terus meningkat, kenaikan harga bensin, rangkaian insiden penembakan mematikan, rencana pengadilan tinggi untuk mencabut undang-undang aborsi dan lainnya termasuk kendala besar bagi kubu Demokrat di pemilu sela DPR pada November 2022.

Menurut laporan IRNA, di saat jajak pendapat beberapa hari dan pekan lalu karena berbagai faktor menunjukkan penurunan popularitas presiden AS di mata publik, laman The Hill Selasa (12/7/2022) menulis, Joe Biden seraya mengisyaratkan data jajak pendapat terbaru Institut Penelitian Perguruan Tinggi Siena (SCRI) dan Koran New York Times mengklaim, 92 persen Demokrat akan memilih dirinya di pemilu 2024.

Apa yang diabaikan Biden adalah berdasarkan jajak pendapat ini, 64 persen pemilih Demokrat di pemilu internal partai menghendaki kandidat lain selain dirinya, dan 26 persen mendukung pencalonan Biden di pemilu mendatang.

Keengganan terhadap Biden ini lebih berwarna di kalangan pemuda Demokrat berusia 18-29 tahun, dan 94 persen dari mereka lebih memilih kandidat lain dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden mendatang.

Menurut para pengamat, hasil jajak pendapat dengan jelas menunjukkan tingkat ketidakberdayaan dan ketidakpuasan kubu Demokrat, dan spekulasi tentang kandidat lain dari partai ini semakin tinggi.

Biden baik secara terang-terangan maupun privat mengkonfirmasi minatnya untuk mencalonkan diri di pemilu 2024. Meski demikian ia mengakui takdir mungkin akan merusak programnya.

Sekutu Biden meyakini bahwa mengingat kemenangan di tahun 2020 Biden terhadap Trump, presiden Demokrat ini memiliki peluang lebih besar untuk mengalahkan kembali Donald Trump.

John Bolton

 John Bolton Akui Kudeta-Kudeta AS di Berbagai Negara Dunia

Mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat di masa Presiden Donald Trump mengakui bahwa dirinya pernah membantu sejumlah upaya kudeta di negara lain.

Dikutip Reuters, Rabu (13/7/2022), John Bolton hari Selasa mengatakan bahwa dirinya membantu upaya-upaya kudeta AS di berbagai negara dunia.

Statemen ini disampaikan Bolton setelah rapat dengar pendapat Kongres AS terkait serangan pendukung Trump ke gedung Kongres pada 6 Januari 2021, kepada CNN.

Dalam wawancara dengan CNN, Bolton mengatakan bahwa Trump tidak punya kompetensi yang cukup untuk melaksanakan "kudeta yang akurat sesuai rencana".

"Sebagai orang yang membantu merancang kudeta, bukan di sini, seperti yang Anda tahu, di tempat-tempat lain, memahami bahwa kudeta ini membutuhkan banyak kerja, dan bukan kerja yang dilakukan Trump," ujarnya.

Saat reporter CNN mengatakan bahwa dirinya merasa masih banyak yang belum dikatakan oleh Bolton selain kudeta Venezuela, mantan Penasihat Keamanan Nasional AS itu menjawab, "Saya yakin ada."

Tags