Jul 18, 2022 16:28 Asia/Jakarta
  • Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman
    Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman

Mantan direktur Dinas Intelijen AS (CIA) menyebut Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman (MBS) sosok narsis dan pendendam yang memanfaatkan kekerasan untuk menumpas oposisi.

Pajabat Amerika senantiasa mengkritik MBS dan menyebutnya zalim. Banyak penulis Amerika juga terkejut dengan konsesi gratis yang diberikan Presiden AS Joe Biden kepada Bin Salman. Mereka percaya bahwa Biden bisa mencapai banyak hal jika dia menindaklanjuti komitmennya untuk menuntut Arab Saudi atas kejahatannya terhadap kemanusiaan.

Menurut laporan al-Ahed, John O. Brennan saat diwawancarai Televisi MSNBC terkait kunjungan Biden ke Asia Barat dan keputusannya untuk bertemu dengan Bin Salman setelah kasus pembunuhan terhadap Jamal Khashoggi oleh agen-agen yang dekat dengannya pada tahun 2018 mengatakan, "Jika saya masih di pemerintahan, saya tidak akan menyetujui perjalanan Biden ke Arab Saudi jika itu termasuk pertemuan dengan Bin Salman karena catatan buruknya di bidang hak asasi manusia dan tidak hanya dalam kaitannya dengan Khashoggi, tapi saat ini dua anak Saad al-Jabri (mantan ketua dinas intelijen Arab Saudi) masih disandera olehnya.

"Oleh karena itu, Biden tidak berminat untuk bertemu dengan Bin Salman, tapi para presiden ditunjuk untuk mengambil keputusan tersulit, dan jelas bahwa Biden mengambil keputusan menyedihkan ini untuk pergi ke Arab Saudi," paparnya.

Adam Schiff anggota DPR AS dari California di cuitannya menulis, "Pertemuan pertama antara Biden dan putra mahkota Arab Saudi lebih buruk dari seribu kata."

Pertemuan pertama Joe Biden dengan Mohammad bin Salman menuai kritikan luas di jejaring sosial. (MF)

 

Tags