Jul 28, 2022 16:43 Asia/Jakarta
  • Menlu AS Blinken dan Menlu Rusia Lavrov (dok)
    Menlu AS Blinken dan Menlu Rusia Lavrov (dok)

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken Rabu (27/7/2022) menyatakan bahwa untuk pertama kalinya setelah perang Ukraina, dalam beberapa hari kedepan dirinya akan melakukan kontak telepon dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov.

Ia menambahkan, "Saya akan membicarakan masalah mengenai warga Amerika yang ditangkap dan kesepakatan gandum dengan Menlu Lavrov di pembicaraan tersebut."

Sepertinya kontak telepon Blinken dan Lavrov akan membahas penangkapan warga Amerika termasuk Brittney Griner, bintang bola basket putri Amerika dan  Paul Whelan, mantan marinir negara ini. Brittney Griner ditangkap bulan Februari 2022 di bandara udara Moskow terkait kasus narkotika. Sementara Paul Whelan ditangkap tahun 2020 dengan dakwaan melakukan aksi spionase dan dijatuhi hukuman 16 tahun penjara.

Blinken mengklaim bahwa Amerika telah mengajukan proposal mendasar terkait isu-isu tahanan. Blinken mengatakan bahwa dirinya juga akan berbicara kepada Lavrov mengenai urgensi komitmen Rusia terhadap kesepakatan PBB untuk ekspor gandum Ukraina dari pelabuhan negara ini, serta memperingatkan bahaya upaya Moskow untuk menganeksasi wilayah timur dan selatan Ukraina.

Perang Ukraina

Merespon masalah ini, Kemenlu Rusia menyatakan, Washington secara resmi tidak mengontak Moskow terkait kontak telepon Antony Blinken dengan Sergei Lavrov. Jika kontak telepon ini terjadi, maka ini tercatat sebagai kontak pertama kedua pejabat ini sejak 15 Februari lalu, yakini satu pekan sebelum dimulainya serangan militer Rusia ke Ukraina.

Pengumuman niat Amerika untuk melakukan kontak pertama dengan pejabat senior Rusia terjadi untuk pertama kalinya setelah perang Ukraina dan menunjukkan perubahan signifikan pada posisi Washington sebelumnya yang tidak berkomunikasi dengan Moskow dan berfokus pada pendekatan tekanan dan sanksi terhadap Rusia.

Amerika sebagai pemimpin blok Barat bertanggung jawab memimpin propaganda total anti-Rusia setelah meletusnya perang Ukraina pada Februari 2022 lalu. Dalam hal ini, Washington mengambil pendekatan keras dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Moskow, dan membentuk aliansi besar negara-negara Barat untuk menjatuhkan sanksi paling berat terhadap Rusia. Sanksi ini mencakup sanksi politik dan diplomatik terhadap Rusia. Dengan demikian selama beberapa bulan lalu tidak ada kontak antara petinggi senior Amerika dan Rusia.

Meski demikian setelah beberapa bulan berlalu dari perang Ukraina dan meredanya peradangan awal, serta stabilisasi posisi Rusia dan konfrontasi efektifnya dengan sanksi ekstensif dari Barat dan kurangnya kerja sama dari banyak kekuatan internasional seperti ketika Cina dan banyak negara dengan Barat dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, tampaknya, pemerintahan Biden telah sampai pada kesimpulan bahwa ia tidak punya pilihan selain berkomunikasi dengan pejabat senior Rusia untuk menangani masalah bilateral.

Di antara masalah ini adalah warga Amerika yang mendekam di penjara Rusia karena berbagai alasan. Selain itu, mengigat penandatanganan kesepakatan antara Rusia, Ukraina dan Turki serta PBB di bidang ekspor gandum dari Ukraina dan pengumuman senjumlah syarat baru oleh Moskow untuk merealisasikannya, Washington tidak memiliki opsi lain kecuali berunding dengan menlu Rusia untuk mengimplementasikan kesepakatan ini.

Sekaitan dengan ini, Andrei Rudenko, deputi menlu Rusia hari Rabu (27/7/2022) memperingatkan pembatalan kesepakatan dengan Ukraina terkait ekspor gandum. Rudenko mengatakan, jika kendala ekspor produk pertanian Rusia tidak dihapus, maka kesepakatan ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam akan dibatalkan.

Isu lain yang jelaskan Blinken adalah peringatan kepada Moskow terkait upaya menganeksasi wilayah Timur dan Selatan Ukraina. Hal ini juga menunjukkan bahwa Washington menyadari meski ada bantuan besar persenjataan dan militer Barat kepada Ukraina, tapi Rusia meraih kesuksesan signifikan dalam memajukan tujuannya di Ukraina.

Dapat dikatakan bahwa jika kontak telepon antara Blinken dan Lavrov tejadi, maka hal ini dapat disebut sebagai awal untuk menjalin hubungan lebih luas antara kedua pihak, di mana ada potensi di masa mendatang akan mencakup masalah lain. Faktanya Washington kini terpaksa kembali menjalin hubungan dengan Moskow untuk menyelesaikan isu baru dan bilateral, meski negara ini berusaha membuat perang Ukraina terus berkobar dengan mengirim bantuan senjata dan militer kepada Kiev. Ini sama halnya dengan kekalahan sanksi dan boikot totl Rusia oleh Amerika. (MF)

 

Tags