Aug 04, 2022 11:41 Asia/Jakarta
  • PBB: Prancis Langgar Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil

PBB menuduh Prancis melanggar Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dalam masalah jilbab.

Minoritas Muslim Prancis selalu menghadapi masalah jilbab dan pembatasan bagi wanita berhijab berdasarkan hukum sekuler Prancis.

Belum lama ini, dua wanita muda berhijab dipukuli dengan brutal setelah menyeberang jalan padahal saat itu mobil polisi tidak jauh dari lokasi.

Kantor berita AFP melaporkan, Komite PBB menilai Prancis melanggar Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik dengan melarang seorang wanita mengenakan jilbab selama kursus masa pendidikan di sekolah menengah atas.

"Ini adalah keputusan penting yang menunjukkan bahwa Prancis harus melakukan upaya di bidang hak asasi manusia, terutama di bidang penghormatan terhadap agama minoritas, khususnya komunitas Muslim," kata pengacara penggugat, Céphane Guez Guez, kepada AFP.

Keputusan Komite Hak Asasi Manusia, yang dibuat pada bulan Maret, tetapi dikomunikasikan kepada pengacara penggugat pada hari Rabu (3/8/2022) setelah pengaduan yang diajukan pada tahun 2016 oleh seorang wanita warga negara Prancis kelahiran tahun 1977. Pengacara penggugat meminta agar nama kliennya tidak diungkapkan.

Komite Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyatakan, "Pembatasan yang dikenakan pada pengadu bahwa dia dilarang menghadiri kelas mengenakan jilbab adalah pembatasan yang melanggar Kovenan Internasional tentang Kebebasan Sipil dan Politik, yang mempengaruhi kebebasan beragamanya. "

Pelanggaran terhadap kebebasan memanifestasikan agama seseorang termasuk penggunaan pakaian atau tutup kepala yang khas, termasuk pelanggaran terhadap kovenan internasional tenttang kebebasan sipil dan politik.(PH)

Tags