Aug 09, 2022 18:34 Asia/Jakarta
  • Minyak bumi
    Minyak bumi

Harga minyak dunia mengalami penurunan bersamaan dengan kemajuan terbaru di perundingan pencabutan sanksi dan pemulihan kesepakatan nuklir Iran yang digelar di Wina.

Menurut laporan Reuters, menyusul kemajuan terbaru di perundingan final pencabutan sanksi Iran yang membuka jalur bagi peningkatan ekspor minyak Iran, Selasa (9/8/2022) harga perbarel minyak Brent turun 80 sen menjadi 95,85 dolar.

Sementara itu, harga minyak Brent kemarin naik 1,8 persen.

Setiap barel minyak mentah Amerika turun 75 dolar dan diperjualbelikan dengan harga 90,01 dolar. WTI (West Texas Intermediate) kemarin naik 2 persen.

Menurut pengamat ANZ, bayangan kesepakatan nuklir Iran dan Amerika Serikat masih memicu gelombang di pasar.

Uni Eropa di jam-jam terakhir hari Senin mengajukan teks final pencabutan sanksi yang saat ini menunggu kesepakatan Tehran dan Washington.

Vivek Dhar, analis Bank Commonwealth di catatannya menulis, di saat perincian terkait waktu dimulainya ekspor minyak Iran, bahkan jika sanksi dicabut, belum jelas, pastinya ada kebebasan bertindak bagi Iran untuk meningkatkan ekspor minyak secara relatif cepat.

"Iran dapat menambah ekspor minyaknya dalam enam bulan sebanyak 1 hingga 1,5 juta barel perhari (atau lebih dari 1,5 persen pasokan minyak di dunia)," papar Dhar.

Pasar minyak masih tetap tertekan karena masih ada kekhawatiran terkait resesi, di mana harga minyak Brent mencatat penurunan paling besar selama satu pekan lalu.

Berdasarkan prediksi para pengamat, responden yang mengikuti jajak pendapat Reuters mengatakan, diperkirakan dalam pekan yang berakhir 5 Agustus, cadangan minyak mentah akan berkurang sekitar 400.000 barel dan cadangan bensin akan berkurang sekitar 400.000 barel.

Sementara itu, persediaan produk minyak bumi, termasuk solar dan bahan bakar jet, tetap tidak berubah. (MF)

 

Tags