Aug 10, 2022 10:48 Asia/Jakarta

Dengan berlalunya satu tahun sejak Taliban berkuasa kembali di Afghanistan, penderitaan dan rasa sakit rakyat negara ini telah meningkat dibandingkan dengan pendudukan negara ini oleh Amerika Serikat dan NATO (2001-2021).

Kelompok Taliban, yang mendapatkan kembali kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021, telah berjanji untuk mengurangi rasa sakit dan penderitaan rakyat negara ini dan akan bertindak sebagai penguasa untuk melindungi kehidupan dan harta benda rakyat Afghanistan dan melindungi kebebasan mereka.

Melihat pernyataan Zabihullah Mujahid, Juru Bicara Taliban, dalam konferensi pers pertama setelah penggulingan pemerintahan mantan Presiden Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani, dan penaklukan Kabul, menunjukkan bahwa kelompok ini hampir tidak mengamalkan semua janji yang disampaikan Mujahid kepada rakyat, dan bahkan kelompok ini bertindak bertentangan dengan slogannya.

Zabihullah Mujahid, Juru Bicara Taliban

Kelompok Taliban mengklaim bahwa rakyat Afghanistan akan melihat perubahan positif dalam hidup mereka di masa depan. Klaim ini terlepas dari kenyataan bahwa dalam satu tahun terakhir, bukan hanya kondisi masyarakat negeri ini yang tidak membaik dibandingkan era sebelumnya, justru mereka menghadapi lebih banyak krisis.

Peningkatan inflasi dan biaya hidup yang belum pernah terjadi sebelumnya di Afghanistan sedemikian rupa sehingga banyak organisasi kemanusiaan memperingatkan tentang terjadinya krisis kemanusiaan di negara ini karena kekeringan dan kelaparan jutaan orang di Afghanistan.

Taliban telah berjanji untuk memberikan keamanan sebagai kebutuhan utama masyarakat dan terutama minoritas di Afghanistan, yang setelah satu tahun berkuasa kelompok ini di negara ini, bukan hanya tidak membawa keamanan, tetapi berbagai ancaman keamanan terhadap rakyat, terutama minoritas agama dan etnis justru berkembang.

Dalam setahun terakhir, minoritas Syiah di Afghanistan berulang kali menjadi sasaran serangan teroris oleh kelompok Daesh (ISIS), sayangnya serangan yang ditargetkan ini terjadi di bawah bayang-bayang perhatian pemerintah Taliban terhadap tugas dan janjinya untuk menjamin keamanan rakyat negara ini.

Dengan berlalunya satu tahun sejak Taliban berkuasa kembali di Afghanistan, penderitaan dan rasa sakit rakyat negara ini telah meningkat dibandingkan dengan pendudukan negara ini oleh Amerika Serikat dan NATO (2001-2021).

Mengenai komunitas perempuan, Taliban telah berjanji untuk setidaknya menghormati hak-hak mereka dalam kerangka Syariah Islam. Selama satu tahun terakhir pemerintahan Taliban, bukan hanya perempuan Afghanistan yang tidak dapat memperoleh manfaat dari hak-hak mereka menurut standar Syariah Islam, tetapi pemerintah Taliban malah mencegah perempuan bekerja dan belajar.

Meskipun banyak penekanan dalam Islam untuk memberikan pendidikan dan pelatihan bagi perempuan dan anak perempuan, pemerintah Taliban telah menutup sekolah anak perempuan di Afghanistan selama setahun dan telah melarang kegiatan sosial dan kehadiran perempuan dalam berbagai pekerjaan.

Setahun yang lalu, juru bicara Taliban berjanji bahwa media akan beroperasi secara bebas dan independen di Afghanistan, tetapi dalam 12 bulan yang telah berlalu sejak Taliban mendapatkan kembali kendali di negara ini, media telah sangat dibatasi dan kelompok ini telah memberlakukan aturan yang ketat pada mereka, yang secara praktis telah menghilangkan substansi aktivitas media.

Pemerintah Taliban yang telah berjanji untuk membentuk pemerintahan yang komprehensif di Afghanistan karena tekanan masyarakat internasional, tetapi dalam satu tahun terakhir, bukan hanya tidak mengambil langkah di bidang ini, tetapi justru menekann etnis khusus di bidang ini.

Taliban

Selain mereka telah menciptakan lebih banyak ketidakpercayaan publik di negara ini, hal itu menyebabkan masyarakat internasional tidak mengakui kekuasaan Taliban, yang membuat meningkat tantangan mata pencaharian masyarakat Afghanistan.

Tampaknya kondisi sulit saat ini di negara ini tidak akan berubah sampai Taliban bergerak menuju pemenuhan janjinya dan menghormati prinsip demokrasi di Afghanistan.(sl)

Tags