Aug 11, 2022 18:20 Asia/Jakarta
  • Perang di Ukraina
    Perang di Ukraina

Wakil ketua kantor presiden Rusia mengatakan, Rusia pastinya berperang dengan NATO di Ukraina bukan dengan Kiev.

Sejak awal serangan militer Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu, negara-negara NATO dan sekutunya menolak terlibat intervensi langsung militer, tapi memberi senjata, amunisi dan bahan bakar kepada Ukraina.

Moskow berulang kali mengatakan bahwa pengiriman senjata Barat hanya akan membuat perang berkepanjangan, dan bahkan memperingatkan bahwa pasukan Rusia memiliki potensi untuk menarget senjata seperti ini.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin Rabu (10/8/2022) saat diwawancarai wartawan mengatakan, Washington akan memberi senjata yang dibutuhkan Ukraina, tapi NATO tidak ingin terlibat konfrontasi dengan Rusia.

Seperti dilaporkan RT, Wakil Kepala Staf Pertama Administrasi Kepresidenan Rusia, Sergey Kiriyenko di pidatonya di Majelis Ilmuwan Politik Muda Rusia mengatakan bahwa presiden Ukraina telah menjual rakyatnya untuk berperang melawan Rusia atas nama NATO.

Kiriyenko menambahkan bahwa negara-negara Barat tidak menyesal atas kematian warga Ukraina selama hal ini menjamin kepentingan mereka. Seluruh negara anggota NATO tengah berperang dengan Rusia di Ukraina, dan mereka memanfaatkan pasukan Ukraina.

Pejabat Rusia ini menjelaskan, NATO dengan senang hati akan melawan Rusia "sampai Ukraina terakhir" seperti yang mereka katakan.

Sejak awal serangan Rusia ke Ukraina, Amerika dan Eropa telah meratifikasi dan mengirim bantuan senjata dan militer senila 60 miliar dolar kepada Kiev. (MF)

 

Tags