Aug 18, 2022 15:04 Asia/Jakarta
  • PM Swedia: Di Sektor Energi, Kami Hadapi Perang Ekonomi

Perdana Menteri Swedia mengatakan bahwa negaranya saat ini menghadapi situasi ekonomi perang di sektor energi, karena harga listrik dan gas meningkat ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Krisis gas dan energi di Eropa, yang pemasok utamanya dari Rusia, menjadi perhatian utama negara-negara Eropa, termasuk Swedia.

Banyak negara Barat mengklaim mencoba untuk meninggalkan bahan bakar fosil dalam perang melawan perubahan iklim selama beberapa tahun terakhir, setelah menghadapi krisis energi yang disebabkan oleh embargo Rusia. Kini, mereka telah beralih ke pembukaan kembali pembangkit listrik lama yang bekerja dengan produk minyak dan batu bara.

Menanggapi sanksi Uni Eropa setelah invasi negara itu ke Ukraina, Rusia telah mengurangi pengiriman gasnya ke Eropa, yang memicu kenaikan harga gas secara tiba-tiba di negara-negara Eropa.

Menurut Reuters, Perdana Menteri Swedia, Magdalena Andersson hari Rabu (17/8/2022) mengatakan bahwa negara itu telah mencapai kondisi ekonomi perang di sektor energi, dan bahwa pemerintahnya berencana untuk mensubsidi hampir 30 miliar krona ($ 2,88 miliar) untuk menekan lonjakan harga energi untuk konsumsi rumah tangga negara ini.

Pemerintah Swedia mengumumkan bahwa jumlah total yang dianggap sebagai subsidi energi, yang akan dibayarkan kepada perusahaan-perusahaan di negara ini selain warga negara dan rumah tangga, akan mencapai 60 miliar krona.

Gas mencapai harga tertinggi baru sebesar 234,50 euro per megawatt-jam pada hari Selasa, karena Eropa bersiap untuk kemungkinan pemotongan gas Rusia dan negara-negara berlomba untuk mengisi penyimpanan gas bawah tanah sebelum musim dingin.

Sementara itu, Gazprom Rusia memperingatkan bahwa harga bisa naik 60 persen pada musim dingin.(PH)

Tags