Sep 10, 2022 18:30 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Joe Biden
    Presiden AS Joe Biden

Perkembangan di Amerika pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting seperti Biden Klaim Demokrasi Amerika Serikat dalam Bahaya.

Isu-su lain di AS sepekan lalu di antaranya, Senator AS Ini Ragu Serahkan Jet Tempur kepada Ukraina, Gara-gara Ditemukan Suku Cadang Cina, AS Batal Serahkan F-35, Menlu AS Mendadak Kunjungi Kiev, Biden puji Mendiang Ratu Elizabeth dan Era Kepemimpinannya, Biden, PM baru Inggris akan Bersatu Lawan Rusia.

Biden Klaim Demokrasi Amerika Serikat dalam Bahaya

Presiden Amerika Serikat kembali mengkritik mantan presiden negara ini, Donald Trump, dan memperingatkan bahwa demokrasi di negaranya sedang berada dalam bahaya.

Joe Biden

Selama pidato di Philadelphia pada hari Kamis, Presiden Amerika Joe Biden menuduh Donald Trump dan pendukungnya sebagai ekstremis, dan meminta warga Amerika untuk menolak ekstremisme dalam pemilihan paruh waktu negara itu.

Biden mengatakan, "Trump dan Partai Republik adalah bahaya saat ini. Mereka membahayakan demokrasi Amerika,".

Presiden AS Joe Biden dalam pertemuan dengan para pendukungnya di negara bagian Wisconsin pada Senin (5/9/2022) menyebut dukungan tindakan ilegal bertentangan dengan prinsip demokrasi.

"Tidak ada demokrasi di negara di mana pun, ketika Anda bisa menjadi pendukung demokrasi sekaligus pemberontakan pada saat yang bersamaan," ujar Biden.

Biden memperingatkan bahwa demokrasi Amerika berada dalam risiko besar dari pasukan Republik yang setia kepada Trump dan kubu ekstremis Restore Greatness of America (MEGA) yang mengipasi api kekerasan politik untuk mendapatkan kekuasaan dengan cara apa pun.

MEGA adalah slogan Trump untuk Membawa Kehebatan Kembali ke Amerika Serikat selama kampanye pemilihan presiden 2016 yang menghasilkan kemenangan satu periodenya.

The Hill menulis, mayoritas responden jajak pendapat terbaru mengungkapkan bahwa sistem demokrasi Amerika Serikat berada dalam bahaya kehancuran.

Sebanyak 67 persen responden yang mendukung 2 partai utama Amerika telah mengangkat isu bahwa risiko ini telah meningkat sebesar 9 persen dibandingkan Januari. Sedangkan 72 persen responden condong ke Demokrat, 70 persen ke Republik dan 69 persen orang tanpa afiliasi partai menyatakan pendapat yang sama.

Senator AS Ini Ragu Serahkan Jet Tempur kepada Ukraina

Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, Jack Reed meragukan pengesahan permohonan Kiev untuk menerima pesawat tempur buatan Amerika Serikat.

Menurut laporan IRNA Kamis (8/9/2022), Jack Reed tidak menyetujui amandemen RUU Otorisasi Pertahanan Nasional DPR untuk mengalokasikan 100 juta dolar untuk melatih pilot Ukraina menerbangkan F-15 dan jet tempur F-16.

Jack Reed

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky telah menuntut penerimaan pesawat tempur F-15 dan F-16 buatan Amerika sejak Maret.

Sekaitan dengan ini, Menteri Pertahanan Jerman, Christine Lambrecht di sebuah statemennya kepada anggota parlemen seraya menjelaskan bahwa prioritas Jerman adalah menjamin kemampuan dalam membela negara, mengungkapkan, Berlin sampai saat ini secara mengejutkan telah mengirim senjata dan peralatan militer dari gudang militernya ke Ukraina.

" Perlu dicatat bahwa kami telah mencapai batas jumlah senjata yang dapat dikirim," ungkap Lambrecht.

Gara-gara Ditemukan Suku Cadang Cina, AS Batal Serahkan F-35

Pentagon setelah menyadari sejumlah suku cadang yang dipakai di mesin jet F-35 buatan Cina, menangguhkan penyerahan jet ini kepada pembeli.

Seperti dilaporkan laman Politico, Charles Allen, kaptain angkatan laut AS menyatakan, Badan Manajemen Kontrak Pertahanan memberi tahu Kantor Program Gabungan F-35 Pentagon pada 19 Agustus bahwa paduan yang digunakan dalam magnet di pompa turbomachinery F-35 berasal dari Cina.

Memang benar bahwa Perusahaan Lockheed Martin yang memproduksi F-35, tapi mesin turbo ini diproduksi Perusahaan Honeywell. Pentagon mengatakan magnet yang mengandung paduan yang digunakan sebagai bagian dari paket daya terintegrasi tidak menimbulkan masalah keamanan.

Russ Goemaere, jubir kantor program bersama F-35 di statemennya kepada Politico mengatakan, “Kami telah mengkonfirmasi bahwa magnet tidak mengirimkan informasi atau membahayakan integritas pesawat dan tidak ada risiko kinerja, kualitas, keselamatan, atau keamanan yang terkait dengan masalah ini dan operasi penerbangan untuk armada dalam layanan F-35 akan terus berlanjut secara normal.”

Jika pemerintah menemukan bahwa Lockheed Martin melanggar Undang-undang pembelian Amerika, perusahaan akan memerlukan pengecualian keamanan nasional untuk melanjutkan pengiriman jet tempur.

Menlu AS Mendadak Kunjungi Kiev

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken Kamis (8/9/2022) di kunjungan mendadak dilaporkan tiba di Kiev, Ukraina.

Televisi ABC News menyebutkan tujuan kunjungan Blinken ke Kiev adalah untuk memberi dukungan kepada Ukraina.

Antony Blinken

Laman US News mengutip seorang petinggi Deplu Amerika menulis bahwa Blinken ingin menunjukkan sebuah program bantuan militer sebesar 2 miliar dolar bagi Ukraina dan 18 negara lain.

Pejabat ini menambahkan bahwa pemerintah Joe Biden telah memberi tahu DPR mengenai rencananya untuk menjamin bujet guna investasi jangka panjang di negara-negara tersebut, tapi nama negara lain yang termasuk paketbantuan ini atau perincian bujet yang dialokasikan kepada Ukraina tidak diungkap.

Reuters melaporkan, Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin Kamis (8/9/2022) di awal sidang menteri-menteri pertahanan pendukung Ukraina di pangkalan udara Rammstein Jerman mengatakan bahwa Joe Biden menyetujui mengirim sebuah paket bantuan militer lain senilai 675 juta dolar ke Ukraina.

Agenda pertemuan menhan negara-negara pendukung Ukraina adalah mengkaji mekanisme untuk mendukung jangka panjang Kiev.

Washington sejak meletusnya perang Ukraina sampai saat ini telah mengalokasikan lebih dari 10 miliar dolar bantuan militer ke negara ini, dan mengirim beragam senjata termasuk drone, rudal anti-tank jet tempur dan helikopter, roket, artileri, kendaraan lapis baja dan amunisi ke Kiev.

Biden puji mendiang Ratu Elizabeth dan era kepemimpinannya

Presiden AS Joe Biden memuji mendiang Ratu Elizabeth II dengan mengatakan bahwa ratu terlama yang memerintah Inggris itu telah "mendefisinikan sebuah era" dan berperan penting dalam memperdalam hubungan Washington dan London.

"Di dunia yang terus berubah, dia adalah kehadiran yang kuat dan sumber kenyamanan dan kebanggaan bagi generasi warga Inggris, termasuk banyak orang yang tidak pernah mengenal negara mereka tanpa dia," kata Biden dalam pernyataan bersama dengan Ibu Negara Jill Biden, Kamis (8/7).

"Tujuh dekade pemerintahannya yang bersejarah menjadi saksi zaman kemajuan manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kemajuan martabat manusia," tutur Biden, melanjutkan, seperti dikutip dari kantor berita anggota OANA, Anadolu pada Jumat.

Biden mengatakan ratu "adalah seorang negarawan dengan martabat dan keteguhan yang tak tertandingi" yang pemerintahannya memperdalam aliansi Inggris-AS saat dia membantu membuat hubungan kedua negara menjadi istimewa.

Biden mengatakan bahwa dia berharap untuk "melanjutkan persahabatan yang erat" dengan raja baru Inggris Charles dan istrinya, Camilla.

Dia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Keluarga Kerajaan Inggris, yang tidak hanya berkabung atas berpulangnya ratu mereka, tetapi juga ibu, nenek, dan buyut tercinta mereka.

"Warisannya akan tampak besar di halaman sejarah Inggris, dan dalam kisah dunia kita," tambahnya.

Elizabeth II adalah ratu terlama dalam sejarah Inggris. Istana Buckingham mengatakan dia "meninggal dengan damai" pada usia 96 tahun di Kastil Balmoral di Skotlandia.

"Raja dan Permaisuri akan tetap berada di Balmoral malam ini dan akan kembali ke London besok," kata Istana Buckingham, merujuk pada putra sulung Elizabeth, Charles, dan istrinya Camilla.

Selain masalah kesehatan selama setahun terakhir, Ratu Elizabeth disebut kesulitan menggerakkan anggota tubuhnya karena usia tuanya.

Dia harus membatalkan beberapa kegiatan atas saran dari dokternya.

Penampilan publik terakhir Elizabeth adalah selama perayaan Platinum Jubilee pada Juni lalu, ketika ia menandai 70 tahun di atas takhta Inggris.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kamis tengah hari mengatakan ratu berada di bawah "pengawasan medis" di Balmoral, Skotlandia.

Biden, PM baru Inggris akan Bersatu Lawan Rusia

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Perdana Menteri baru Inggris Liz Truzz berjanji untuk memperkuat persatuan dalam melawan Rusia.

 

Biden pada Selasa (6/9) berbicara dengan Truss di telepon untuk mengucapkan selamat atas jabatan baru Truss sebagai PM Inggris.

"Saya ingin segera memperdalam hubungan khusus antarnegara kita dan bekerja sama erat dalam menghadapi berbagai tantangan global," kata Biden dalam cuitan di Twitter.

Salah satu kerja sama AS-Inggris yang ia sebutkan adalah pemberian dukungan bagi Ukraina untuk mempertahankan diri dari agresi Rusia.

Kedua pemimpin itu kemungkinan akan segera bertemu, yaitu selama rangkaian sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada akhir September.

Truss dalam pemilihan pemimpin Partai Konservatif pada Senin (5/9) meraih kemenangan. Ia mengambil alih posisi Boris Johnson sebagai perdana menteri pada Selasa.

Truss memperoleh kemenangan pada saat Inggris menghadapi berbagai tantangan paling berat dalam beberapa dekade terakhir ini.

Kantor perdana menteri Inggris, sementara itu, mengeluarkan pernyataan bahwa Truss dan Biden membahas penguatan kerja sama terkait NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara).

Kedua pemimpin juga disebutkan membicarakan perjanjian keamanan tiga pihak antara Amerika Serikat, Australia, dan Inggris yang dibuat tahun lalu untuk menandingi China.

Truss menantikan "kerja sama erat dengan Presiden Biden sebagai sesama pemimpin demokrasi untuk menangani berbagai tantangan bersama, terutama masalah ekstrem ekonomi yang ditimbulkan dari perang oleh Putin," bunyi pernyataan itu.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih menyebutkan bahwa kedua pemimpin membahas kelanjutan kerja sama erat AS dengan Ukraina, juga soal upaya menghadapi berbagai tantangan dari China.

Selain itu, Biden dan Truss membicarakan upaya untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir, serta soal "mengamankan sumber-sumber daya energi yang berkelanjutan dan dengan harga terjangkau," menurut pernyataan tersebut.

Hubungan, yang disebut spesial, antara AS dan Inggris tetap terjaga dalam beberapa tahun ini, kendati hubungan itu sempat diwarnai perselisihan antara mantan Presiden AS Donald Trump dan mantan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Washington dan London selama ini bersatu dalam membantu Ukraina menjalani perang dengan Rusia, juga dalam menandingi pengaruh China dan Pasifik.

Namun, suatu kesepakatan dagang --yang diharapkan sejumlah pejabat Inggris bisa menangani kekeruhan perdagangan dan ekonomi pasca-Brexit-- belum tercapai di bawah kepemimpinan Biden.

 

Tags