Sep 23, 2022 15:18 Asia/Jakarta
  • Menlu Rusia, Sergei Lavrov
    Menlu Rusia, Sergei Lavrov

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov di Sidang Dewan Keamanan PBB dengan tema perang Ukraina, menilai pengiriman senjata ke Kiev sama halnya dengan keterlibatan langsung Barat di perang.

Perang Ukraina telah berlangsung selama tujuh bulan, dan pengiriman senjata negara-negara Barat ke Ukraina masih terus berlanjut.

Negara-negara Eropa dan Barat, khususnya Amerika dengan meningkatkan tekanan terhadap Federasi Rusia dan mengirim berbagai senjata ringan dan berat ke Kiev, bukan saja tidak berusaha mengakhiri perang di negara ini, bahkan mengobarkan lebih besar konfrontasi dan perang di Ukraina.

Menurut laporan AlJazeera, Sergei Lavrov Kamis (22/9/2022) di Sidang Dewan Keamanan PBB terkait Ukraina mengingatkan, Ukraina menghapus bahasa Rusia dari kurikulum sekolah mereka; Sebuah langkah yang sama dengan NAZI.

“Rezim di Kiev ingin mengobarkan kebencian terhadap Rusia, dan mereka tetap aman dari dampak langkah seperti ini karena dukungan sekutu Baratnya,” ungkap Lavrov.

Menlu Rusia mengkritik upaya Ukraina menghapus bahasa Rusia dari kurikulum sekolah dan mengatakan, Barat mengipasi api tindakan anti-Rusia Ukraina, dan kami tidak ragu bahwa Ukraina telah menjadi rezim otokratis yang mirip dengan rezim Nazi, di mana hukum internasional tidak memiliki tempat.

Seraya menjelaskan bahwa Ukraina menggunakan warganya sebagai perisai manusia, Lavrov menambahkan, meski ada dampak merusak dan korban manusia di perang, namun negara-negara penyuplai senjata Ukraina terus ingin memperpanjang perang.

Menlu Rusia seraya mempertanyakan sandiwara Barat untuk menuding Rusia membantai warga, mengatakan, “Sekjen PBB Antonio Guterres meminta Ukraina merilis identitas jenazah yang ditemukan di Bucha sehingga kebenaran menjadi jelas. (MF)

 

Tags