Sep 23, 2022 19:10 Asia/Jakarta
  • Jubir Pentagon Patrick S. Ryder
    Jubir Pentagon Patrick S. Ryder

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) menyatakan, ancaman nuklir oleh presiden Rusia tidak akan menghalangi bantuan militer AS kepada Ukraina.

Presiden Rusia, Vladimir Putin Rabu (21/9/2022) lalu di sebuah pidato televisi seraya menyatakan mobilisasi ratusan ribu pasukan cadangan untuk dilibatkan di perang Ukraina, juga mengkonfirmasi potensi penggunaan senjata nuklir.

Seperti dilaporkan IRNA, Jubir Pentagon, Patrick S. Ryder Kamis (22/9/2022) kepada wartawan mengklaim, statemen dan pengumuman Rusia tidak akan berpengaruh pada berlanjutnya janji Amerika untuk kerja sama dekat dengan mitra internasional dan sekutunya terkait jaminan dan dukungan yang dibutuhkan Ukraina di perang dan membela negaranya.

Ryder mengatakan bahwa petinggi Amerika Serikat tetap fokus menjalin komunikasi dengan sejawat, sekutu dan mitranya dari Ukraina terkait hal-hal yang dibutuhkan, dan pidato Putin tidak akan berdampak pada hubungan ini.

Amerika Serikat sampai saat ini telah mengirim sistem rudal canggih, drone, kendaraan dan amunisi kepada Ukraina.

Perang Ukraina dengan seluruh dampak politik, ekonomi, militer dan sosial serta budayanya telah memasuki bulan ketujuh, dan pengiriman senjata oleh negara-negara Barat kepada Ukraina masih terus berlanjut.

Negara-negara Eropa dan Barat, khususnya Amerika Serikat dengan meningkatkan sanksi terhadap Federasi Rusia dan pengiriman berbagai senjata ringan dan berat kepada Kiev, bukan saja tidak berusaha mengakhiri perang di negara ini, bahkan mengobarkan lebih besar konfrontasi dan perang di Ukraina.

Rusia berulang kali mengatakan bahwa pengiriman senjata Barat ke Ukraina hanya akan membuat perang berlarut-larut dan menimbulkan dampak yang tidak dapat diprediksi. (MF)

 

Tags