Sep 28, 2022 12:09 Asia/Jakarta
  • Putin: Kebijakan Predator Barat Penyebab Krisis Pangan global

Presiden Rusia mengkritik keras kebijakan predator Barat dan menyebut gandum yang dipasok dari Ukraina tidak ditujukan ke negara-negara termiskin.

Pada 22 Juli, Rusia dan Ukraina menandatangani perjanjian penting dengan mediasi Turki dan PBB untuk menghapus blokade ekspor biji-bijian dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina demi mengurangi krisis pangan internasional.

Sebelum dimulainya perang antara kedua negara pada 24 Februari, Ukraina dan Rusia menyumbang sekitar sepertiga dari ekspor gandum dunia.

Menurut Sputnik, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sidang kabinet tentang pengembangan sektor pertanian pada hari Selasa (27/9/2022) mengatakan,"Biji-bijian yang keluar dari Ukraina masih jauh dari jangkauan negara-negara termiskin. Kami sudah membicarakan masalah, tetapi sia-sia. Tidak ada yang mendengarkannya,".

Menurut program PBB, sejak 23 September, 203 kapal bermuatan gandum telah meninggalkan pelabuhan Ukraina, tapi hanya empat di antaranya yang dikirim ke negara-negara miskin.

Menurut pernyataan Presiden Rusia, 14 kapal telah dikirim ke Turki sebagai negara perantara dan 25 kapal telah dikirim ke Uni Eropa.

Putin menilai tindakan ini sebagai penipuan yang memalukan.

Presiden Rusia menganggap krisis pangan global sebagai hasil dari kebijakan predator Barat. 

"Biaya pangan di pasar dunia telah kembali ke tingkat awal tahun, tetapi 40 persen lebih tinggi dari pada tahun 2020. Ini adalah konsekuensi langsung, tanpa berlebihan, dari kebijakan predator dari negara-negara terkaya di dunia," tegas Presiden Rusia.(PH)

Tags