Sep 29, 2022 20:33 Asia/Jakarta
  • Wakil presiden AS, Kamala Harris
    Wakil presiden AS, Kamala Harris

Kunjungan Wakil presiden AS, Kamala Harris ke Korea Selatan sebagai kelanjutan kunjungan pejabat politik dan anggota DPR negara ini ke Seoul mengindikasikan upaya Washington untuk terus mengobarkan tensi dan kekacauan keamanan di Semanjung Korea dan Asia Timur.

Alasan seluruh kunjungan ini adalah memperkuat hubungan Washington dengan Seoul, dan memberi jaminan kepada negara ini untuk membela dari setiap konfrontasi keamanan potensial dengan Korea Utara. Sementara itu, perilkau Amerika di kawasan Asia Timur sepenuhnya provokatif dan memicu tensi.

Berbagai manuver maritim gabungan dan siber yang digelar antara Amerika dan Korea Selatan serta dorongan kepada negara ini untuk berkerja sama dengan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sebagai lengan militer Barat bersama dengan penempatan ribuan militer dan sistem rudal termasuk THAAD di Korea Selatan, dapat dicermati dalam masalah ini.

Image Caption

Lu Chao, pakar keamanan di Beijing terkait hal ini mengatakan, "Meski Korea Selatan seperti Jepang tidak terlibat di kebijakan anti-Beijing Amerika, tapi kerja sama penuh militer dan keamanan Korsel dengan Amerika selain dapat mengobarkan instabilitas dan tensi di kawasan, juga akan berdampak negatif terhadap hubungan negara-negara kawasan."

Salah satu alasan terpenting kunjungan beruntun pejabat Amerika ke Korea Selatan adalah upaya untuk memenuhi keretakan potensial antara kedua pihak yang terjadi di era Mantan presiden AS, Donald Trump. Kamala Harris meminta mitranya termasuk Korea Selatan untuk membayar sekitar lima miliar dolar pertahun untuk biaya keamanan, di mana permintaan ini sedikit banyak memiliki dampak negatif terhadap hubungan Seoul dan Washington.

Selain itu, kunjungan pejabat Amerika ke Korea Selatan dengan tujuan dan agenda pengulangan adalah bentuk unjuk kekuatan dihadapan Cina yang baru-baru ini mencapai puncaknya dengan kunjungan terbaru Ketua DPR AS, Nancy Pelosi ke Taiwan.

Kehadirannya di zona penyangga antara Korea Selatan dan Korea Utara yang dinyatakan bahwa Kamala Harris memiliki agenda ini, telah memicu kemarahan dan respon pedas Korut.

Scott Snyder, pakar isu-isu Asia Timur di Amerika terkait hal ini mengatakan, "Salah satu tujuan Amerika adalah menutupi keretakan potensial di hubungannya dengan Seoul di era Trump karena upayanya untuk meraih hak jaminan keamanan Korea Selatan. Pasalnya, kebijakan Trump ini membuka celah di kalangan faksi pro-kemerdekaan negeri ini untuk menentang pengalihan keamanan ke Amerika Serikat."

Bagaimana pun juga kunjungan Kamala Harris ke Seoul setelah kunjungan terbaru Nancy Pelosi mengindikasikan tekad kubu Demokrat Amerika untuk memanfaatkan propaganda kebijakan anti-Cina Washington di pemilu sela mendatang di negara ini. Sementara itu, Korea Selatan dan bahkan Jepang dengan baik menyadari bahwa jika muncul potensi perang di kawasan, mereka akan sangat rentan dan peralatan perang Amerika yang ditempatkan di Korea Selatan jugta tidak mampu menjadi tameng yang tepat untuk melindungi negara ini. (MF)

 

Tags