Okt 04, 2022 13:47 Asia/Jakarta
  • Rusia: AS Diuntungkan dari Sabotase Nord Stream

Perwakilan Rusia di PBB menyatakan Amerika adalah satu-satunya negara yang diuntungkan dari sabotase jaringan pipa Nord Stream.

Selasa pekan lalu terjadi dua kasus kebocoran gas pipa transmisi gas Rusia ke Eropa, Nord Stream 1 dan satu kasus kebocoran gas dari pipa transmisi gas Nord Stream 2 di dekat perairan Denmark dan Swedia.

Vasily Nebenzya, Wakil Tetap Rusia di PBB pada pertemuan Dewan Keamanan yang digelar untuk membahas masalah ledakan pipa Nord Stream 1 dan 2 di Laut Baltik hari Senin (3/10/2022) mengajukan pertanyaan tentang apakah Amerika Serikat menyadari apa yang terjadi pada Nord Stream. 

"Apakah insiden ini menguntungkan AS? itu pasti," kata Nebenzya.

Diplomat Rusia ini menunjukkan bahwa pemasok gas Amerika secara langsung diuntungkan dari tindakan subversif ini.

Dia menegaskan sekali lagi bahwa serangan terhadap infrastruktur gas di laut dalam tidak dapat dilakukan oleh teroris sederhana. Sebab, kompleksitas tindakan ini membutuhkan partisipasi otoritas atau struktur pemerintahan.

Perwakilan Rusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa menekankan bahwa Moskow bermaksud untuk menemukan pelaku sabotase ini dan penyelidikan apa pun mengenai sabotase ini tanpa partisipasi Moskow akan menimbulkan keraguan tentang objektivitasnya.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin hari Jumat mengatakan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya telah mengubah kebijakan mereka dari menjatuhkan sanksi menjadi menghancurkan infrastruktur energi.

Menyusul pernyataan ini, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengumumkan bahwa serangan terhadap pipa gas Nord Stream adalah tindakan teroris negara. Kantor Kejaksaan Agung Rusia telah memulai penyelidikan atas kasus ini.

Pipa Nord Stream 1, yang merupakan jalur pasokan gas utama ke Eropa, beroperasi pada kapasitas 40 persen pada pertengahan Juni. Sejak awal Juli, kapasitas jalur ini dikurangi menjadi 20 persen.(PH)

Tags