Okt 04, 2022 17:43 Asia/Jakarta
  • miliarder AS, Elon Musk
    miliarder AS, Elon Musk

Elon Musk, miliarder teknologi asal Amerika Serikat baru-baru ini menggelar jajak pendapat di Twitter terkait upaya mengakhiri serangan militer Rusia ke Ukraina.

Dikutip Euronews, Senin (3/10/2022) Elon Musk mengusulkan empat mekanisme untuk mendamaikan Ukraina dan Rusia, dan ia meminta para pengguna Twitter untuk memberikan pendapatnya.

Salah satu mekanisme yang diusulkan Elon Musk adalah penyelenggaraan referendum di bawah pengawasan PBB, di wilayah-wilayah yang baru saja bergabung dengan Rusia.

Menurut Musk, jika hasil referendum positif, maka Rusia bisa mengambil alih kontrol wilayah-wilayah tersebut, tapi jika tidak maka Moskow harus meninggalkannya.

Di Twitternya, Elon Musk juga menulis, "Rusia memiliki populasi tiga kali lebih besar dari Ukraina, jadi kemenangan tidak mungkin dicapai Ukraina, dalam perang total. Jika Anda peduli dengan rakyat Ukraina, maka ciptakanlan perdamaian."

Jajak pendapat yang dilakukan Bos Tesla ini tak pelak memicu reaksi keras dari Ukraina, terutama Presiden Volodymyr Zelenksy yang mengajak pengguna Twitter memberikan pendapat tentang Elon Musk.

Di sisi lain Duta Besar Ukraina untuk Jerman, Andrij Melnyk menanggapi jajak pendapat yang dilakukan Elon Musk, dan mengatakan, "Pergilah ke neraka ! itulah jawaban paling diplomatis untuk Anda."

"Satu-satunya buah dari jejak pendapat Anda, sekarang tidak ada lagi orang Ukraina yang akan membeli omong kosong Tesla, Anda. Jadi semoga beruntung," tandasnya. (HS)

Tags