Okt 31, 2016 12:47 Asia/Jakarta
  • UNICEF: Polusi Udara Bunuh Ribuan Anak Per Tahun

Badan Anak PBB (UNICEF) menyatakan bahwa hampir satu dari tujuh anak-anak di seluruh dunia tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi dan tubuh mereka sangat rentan terhadap kerusakan.

Seperti dilansir Reuters dari Oslo, UNICEF dalam sebuah laporan pada Senin (31/10/2016) meminta para pemimpin dunia untuk berupaya mengatasi polusi udara seperti usaha mereka untuk mengurangi pemanasan global.

PBB akan melakukan pertemuan untuk mengatasi perubahan iklim di Maroko pada tanggal 7-18 November.

"Sekitar 300 juta anak atau hampir satu dari tujuh anak di seluruh dunia, tinggal di daerah-daerah dengan tingkat polusi udara tertinggi, setidaknya enam kali lipat lebih tinggi dari standar global yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," tambahnya.

Dari jumlah tersebut, 220 juta anak tinggal di wilayah Asia Selatan.

Direktur Eksekutif UNICEF Anthony Lake, mengatakan polusi udara adalah faktor utama dalam kematian sekitar 600 ribu balita setiap tahun.

"Polutan tidak hanya membahayakan perkembangan paru-paru anak-anak, tetapi ia juga benar-benar mempengaruhi perkembangan otak dan secara permanen merusak perkembangan otak mereka," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Seorang pakar UNICEF bidang iklim dan ekonomi, Nicholas Rees mengatakan bahwa polusi udara memiliki dampak besar terhadap anak-anak miskin.

Di seluruh dunia, WHO memperkirakan bahwa polusi udara di luar ruangan membunuh 3,7 juta orang pada tahun 2012, termasuk 127 ribu balita.

Menurut WHO, di antara sumber-sumber polusi itu berasal dari pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan dengan bahan bakar fosil, debu dan pembakaran limbah. (RM)

Tags