Mar 24, 2018 18:29 Asia/Jakarta
  • Uni Eropa
    Uni Eropa

Pertemuan dua hari para pemimpin Uni Eropa di Brussels berakhir hari Jumat (23/3). KTT pertama Uni Eropa di tahun 2018 ini membahas isu utama mengenai langkah bersama menghadapi ancaman intervensi Rusia terhadap Eropa pasca kematian agen ganda Sergei Skripal di Inggris.

Selain itu, pertemuan pemimpin 28 negara Eropa tersebut membicarakan tentang periode transisi keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa selama 21 bulan, dan solusi bersama menghadapi kebijakan proteksionisme Trump.

Ketiga isu utama ini menunjukkan arah kebijakan negara-negara Eropa dalam menyikapi dinamika regional dan internasional. Pada isu pertama mengenai Rusia, sikap negara-negara Eropa mengindikasikan dukungannya terhadap London yang berselisih dengan Moskow.

Para pemimpin negara anggota Uni Eropa dalam statemennya menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintah Inggris, dan menuding Moskow sebagai pihak yang bertanggung jawab  atas  kemungkinan besar tewasnya Sergei Skripal dan puterinya akibat racun. Perdana Menteri Inggris, Theresa May menyatakan bahwa Rusia saat ini bukan hanya ancaman Eropa saja, tapi juga  Timur Tengah dan seluruh dunia.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini secara tegas menyampaikan dukungan Uni Eropa terhadap Inggris dalam isu Skripal. Mogherini mengatakan bahwa negara-negara anggota Uni Eropa akan membantu Inggris dalam mennghadapi ancaman asing.

Agenda kedua yang dibahas dalam KTT Brussels mengenai proses transisi keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Para pemimpin negara Eropa menyetujui tahap kedua perundingan Brexit untuk membahas hubungan perdagangan dan keamanan antara negara anggota Uni Eropa dengan Inggris. Prakarsa ini disetujui dengan suara bulat pad hari Jumat. Pengamat politik menilai pertemuan ini sebagai langkah penting untuk mewujudkan kesepakatan final antara kedua pihak dalam masalah Brexit.

Brexit

 

Inggris dan Uni Eropa bersepakat mengenai periode transisi pasca-Brexit yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2020. Setelah keluar dari Uni Eropa, Inggris pada 29 Maret 2019 tidak memiliki peran di Uni Eropa, tapi harus mengikuti aturan terkait organisasi negara-negara Eropa. Diharapkan Uni Eropa juga akan menyetujui hasil dari tahap kedua nanti. 

Masalah ketiga yang dibahas di KTT Brussels mengenai kebijakan bersama yang diambil negara-negara Eropa menyikapi kebijakan baru Donald Trump, terutama tentang bea masuk yang tinggi bagi produk baja dan aluminium Eropa yang masuk ke AS. Mereka menyerukan Trump untuk mengecualikan dari aturan tersebut.

Perdana Menteri Belgia, Charles Michel, mengungkapkan bahwa penentuan tenggat waktu 40 hari oleh Washington sama halnya dengan Trump mengarahkan senapan menuju kepalanya.

Tampaknya, kekhawatiran para pemimpin Eropa terhadap kebijakan presiden AS akan berdampak terhadap hubungan perdagangan kedua pihak yang semakin renggang.(PH)

 

 

 

Tags