Apr 30, 2018 17:36 Asia/Jakarta
  • Ikhwanul Muslimin
    Ikhwanul Muslimin

Wakil Ketua Gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir mengkonfirmasikan kesiapan bersyarat kelompoknya untuk melakukan dialog dengan pemerintah.

Menurut laporan Anadolu Agency, Ibrahim Mounir, Wakil Ketua Gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir, bersamaan dengan permintaan terbaru Kamal al-Helbawy, pejabat senior Ikhwanul Muslimin yang keluar dari gerakan ini, untuk menciptakan rekonsiliasi nasional di Mesir, hari Sabtu (28/4) menyatakan tiga syarat utama kelompok ini untuk melakukan perundingan dengan pemerintah.

Tahanan penjara Ikhwanul Muslimin

Ibrahim Mounir menegaskan bahwa syarat kelompok IM Mesir untuk berdialog dengan pemerintah mencakup pentingnya berunding langsung dengan penanggung jawab, bukan dengan wakilnya, partisipasi semua oposan Abdel Fattah al-Sisi, Presiden Mesir dalam dialog ini dan dibebaskannya para tahanan politik termasuk Mohammed Morsi, mantan Presiden Mesir sebelum dimulainya dialog.

Wakil Ketua IM mengingatkan, ia tidak mengakui legitimasi Abdel Fattah al-Sisi dan keputusannya pada 2013 melengserkan Mohammed Morsi dari jabatan Presiden Mesir.

Kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir pasca lengsernya Mohammed Morsi dari jabatannya sebagai Presiden Mesir lewat kudeta militer tahun 2013 dimasukkan dalam daftar kelompok ilegal dan kini para pemimpinnya berada di dalam penjara.

Tags