Jan 07, 2019 11:28 Asia/Jakarta
  • perwakilan komunitas Muslim Cina
    perwakilan komunitas Muslim Cina

Dengan maksud untuk menyelaraskan atau membuat supaya budaya Islam kompatibel dengan masyarakat sosialis, pemerintah Cina menggagas kebijakan sinifikasi. Konsep ini pertama kali disampaikan oleh Presiden Xi Jinping tahun 2015 lalu.

IRNA (6/1/2019) mengutip media Cina, Global Times melaporkan, pemerintah Cina mengadakan sebuah seminar pada hari Sabtu (5/1) di Beijing membahas garis-garis besar kebijakan sinifikasi Islam untuk lima tahun ke depan.

Perwakilan komunitas Islam dari delapan provinsi dan daerah termasuk Beijing, Shanghai, Hunan, Yunnan dan provinsi Qinghai hadir dalam seminar ini.

Salah satu pimpinan komunitas Islam Cina, Yan Faming mengatakan, langkah-langkah relevan harus diambil dalam hal ini termasuk mengenalkan inti ajaran sosialis, hukum dan budaya tradisional Cina.

Muslim Cina

Sementara itu Jin Rubin, dari komunitas Islam yang lain menuturkan, konten garis-garis besar kebijakan sinifikasi ini sudah dirilis ke publik setelah melalui proses revisi dan sudah disebarkan ke komunitas-komunitas Islam setempat.

Wakil Dekan Institut Islam Cina, Beijing, Gao Zhanfu menjelaskan, sinifikasi bukan untuk mengubah keyakinan, kebiasaan atau ideologi Islam, tapi untuk membuat agama kompatibel dan selaras dengan budaya Cina dan masyarakat sosialis.

Pada bulan September 2017, para pemimpin dari lima komunitas agama yaitu Buddha, Taoisme, Islam, Katolik, dan Protestan mencapai konsensus di sebuah forum, dan mereka sepakat bahwa "arah agama adalah mengintegrasikan mereka dengan budaya Cina." (HS)

Tags