Feb 22, 2019 18:20 Asia/Jakarta
  • Pasukan AS.
    Pasukan AS.

Gedung Putih mengumumkan bahwa sekitar 200 tentara Amerika Seriat akan tetap di Suriah dalam misi "penjaga perdamaian" meskipun Presiden Donald Trump berjanji untuk menarik sepenuhnya pasukan AS dari negara Arab ini.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah H. Sanders dalam pernyataannya pada hari Kamis (21/2/2019 mengatakan bahwa pasukan kecil akan memperpanjang masa tinggal mereka di Suriah "untuk jangka waktu tertentu."

"Sekelompok kecil penjaga perdamaian sekitar 200 tentara akan tetap berada di Suriah untuk jangka waktu tertentu," kata Sarah dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Press TV.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah H. Sanders

Trump pada bulan Desember 2018 memerintahkan penarikan "penuh" dan "cepat" lebih dari 2.000 pasukan AS dari Suriah dalam waktu 30 hari dengan alasan bahwa misi militer negaranya di Suriah telah berahir menyusul kekalahan Daesh (ISIS).

Keputusan tersebut menuai protes keras dari para pejabat Washington. Menurut para penentang keputusan ini, penarikan pasukan dari Suriah akan menyebabkan kelompok-kelompok Kurdi sekutu AS di Suriah utara terkena serangan Turki.

Salah satu pengkritik utama dari langkah itu adalah Senator Republik Lindsey Graham. Dia mengatakan bahwa penarikan pasukan dari Suriah meningkatkan peluang bagi serangan teroris lain yang serupa dengan apa yang terjadi pada 11 September 2001 di AS. Selain itu, lanjutnya, kekosongan di Suriah akan diisi oleh Iran dan Rusia. (RA)

Tags

Komentar