Apr 19, 2019 17:35 Asia/Jakarta
  • Alexander Bortnikov
    Alexander Bortnikov

Pemerintah Rusia memperingatkan kemungkinan meluasnya terorisme anti-Islam di Eropa dan wilayah dunia lainnya yang menurutnya semakin mengkhawatirkan.

Stasiun televisi Russia Today (18/4/2019) melaporkan, Direktur Dinas Keamanan Federal Rusia, FSB, Alexander Bortnikov, Kamis (18/4) menuturkan, terorisme anti-Islam yang dilakukan oleh orang-orang sakit jiwa dan para pembunuh yang didorong motif rasialisme dan nasionalisme mereka, bukan saja di Eropa bahkan di seluruh dunia sedang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat.

Pejabat Rusia itu menjelaskan, terorisme anti-Islam sekarang tengah berubah menjadi sebuah tantangan serius.

teror anti-Islam di Selandia Baru

"Perbedaan pandangan mendalam antara imigran dengan warga negara yang menampung mereka membuka peluang peningkatan rasa nasionalisme dan memperkuat sikap ekstrem kanan dan rasialisme," ujarnya.

Sebagai contoh, imbuhnya, tragedi 15 Maret 2019 di New Zealand ketika seorang warga Australia, 28 tahun membantai Jemaah shalat di dua masjid di Selandia Baru. (HS)

Tags