Jun 09, 2019 11:16 Asia/Jakarta
  • Ibrahim Munir.
    Ibrahim Munir.

Wakil Ketua Ikhwanul Muslimin Mesir, Ibrahim Munir menilai sikap bermusuhan Arab Saudi terhadap organisasi itu tidak bisa dimengerti dan tidak dapat dibenarkan.

Ibrahim Munir dalam wawancara dengan media Arabi21, Sabtu (8/6/2019) mengatakan bahwa ia belum menemukan justifikasi yang kuat atas permusuhan Riyadh terhadap Ikhwanul Muslimin.

"Kelompok Ikhwanul Muslimin telah menjadi korban, karena kami tidak melakukan apapun yang membenarkan Saudi melakukan permusuhan seperti ini," ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa Ikhwanul Muslimin tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai alternatif bagi rezim Arab Saudi atau negara Arab lainnya.

Mohammad Mursi ketika dihadirkan ke pengadilan Mesir. (dok)

Menurut Ibrahim Munir, Ikhwanul Muslimin menginginkan stabilitas negara-negara Arab di mana tidak ada kekacauan seperti yang terjadi sekarang ini.

"Kami belum mengerti mengapa beberapa pemimpin Arab menolak demokrasi dan menentang pemberian hak kepada rakyat Mesir untuk memilih wakil-wakil dan pemimpinnya," ujarnya.

Arab Saudi merupakan salah satu pendukung utama kudeta terhadap Presiden Mesir, Mohammad Mursi yang berasal dari Ikhwanul Muslimin pada 3 Juli 2013. Riyadh kemudian memasukkan kelompok ini dalam daftar organisasi teroris. (RM)

Tags