Jul 05, 2019 20:43 Asia/Jakarta
  • Kondisi pusat penampungan imigran di sekitar Tripoli setelah diserang oleh pasukan Haftar.
    Kondisi pusat penampungan imigran di sekitar Tripoli setelah diserang oleh pasukan Haftar.

Pemerintah Libya yang didukung PBB, menyalahkan Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir atas serangan udara terhadap pusat penampungan imigran di dekat Tripoli.

"UEA menggunakan jet tempur F-16 buatan Amerika dalam serangan itu," kata Menteri Dalam Negeri Libya, Fathi Bashagha dalam wawancara dengan surat kabar The Wall Street Journal, Kamis (4/7/2019).

"Jet tempur itu mungkin menggunakan pangkalan militer Mesir di dekat pantai Laut Mediterania untuk melakukan serangan, karena pengalaman serangan udara UEA di Libya, jet tempur tersebut tidak mengisi bahan bakar di udara," ungkapnya.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan bahwa 53 imigran tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam serangan udara pada 3 Juli di sebuah pusat penampungan imigran di dekat Tripoli.

Komandan Tentara Nasional Libya (LNA), Jenderal Khalifa Haftar pada 4 April 2019 memerintah pasukannya untuk menyerang ibukota Libya. Sejak serangan itu, lebih dari 740 orang tewas di Tripoli dan sedikitnya 4.400 lainnya terluka. (RM)

Tags

Komentar