Sep 17, 2019 12:51 Asia/Jakarta
  • Trump dan putra mahkota Bahrain
    Trump dan putra mahkota Bahrain

Presiden Amerika Serikat Donald Trump Senin (16/09) kembali meminta Arab Saudi membayar biaya lebih besar atas dukungan Washington kepada Riyadh.

Saat bertemu dengan putra mahkota Bahrain di Gedung Putih serta Menlu AS Mike Pompe, Presiden AS Donald Trump tanpa membari bukti menuding Iran bertanggung jawab atas serangan ke instalasi minyak Arab Saudi dan mengatakan, Washington siap membela keamanan Arab Saudi dengan syarat Riyadh membayar uang lebih kepada Amerika.

Terkait potensi konfrontasi dengan Iran akibat serangan ke instalasi minyak Arab Saudi yang diklaim Washington dilakukan oleh Tehran, Trump menekankan, AS tidak berencana terlibat konfrontasi dengan Republik Islam Iran.

Sebelumnya Trump menyebut pemimpin Saudi sapi perah dan dalam sebuah pidato kampanye pemilu ia menekankan bahwa kerajaan Arab Saudi tidak akan bertahan dua pekan tanpa dukungan Amerika Serikat.

Unit drone militer dan komite rakyat Yaman Sabtu (14/09) mengirim 10 drone produk dalam negeri dan menyerang kilang minyak Buqayq dan Khurais milik perusahaan minyak nasional Arab Saudi (Aramco).

Pasca serangan ini Juru bicara militer Yaman,Yahya Saree dalam statemennya menjelaskan, operasi tersebut dilakukan dalam koridor hak legal bangsa Yaman membalas kejahatan koalisi Arab Saudi dan blokade lima tahun terhadap Yaman.

Sementara itu, AS berulang kali melontarkan tudingan tanpa dasar terhadap Iran dan mengklaim Tehran berada di balik layar serangan drone Yaman ke instalasi minyak Arab Saudi.

Arab Saudi dengan dukungan AS dan Uni Emirat Arab serta sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara ini dari darat, udara dan laut.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang, menciderai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi. (MF)

 

Tags

Komentar