Sep 18, 2019 18:29 Asia/Jakarta
  • rudal Yaman
    rudal Yaman

Surat kabar The Korea Times dalam laporannya membantah tuduhan Amerika Serikat soal keterlibatan Iran dalam serangan drone ke kilang minyak Arab Saudi, dan menulis, tuduhan Amerika terhadap Iran hanya politik, bukan pembuktian.

Fars News (18/9/2019) mengutip Korea Times melaporkan, Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo membantah klaim Houthi (Ansarullah) terkait serangan ke dua kilang minyak besar Saudi. Ia menyebut tidak ada satu buktipun yang menunjukkan drone itu milik Houthi, dan menyalahkan Iran.

Surat kabar The Korea Times menulis, saat ini jika ada meteor jatuh ke bumi, bukan hal mengejutkan bahwa Amerika juga akan menyalahkan Iran, tapi tidak ada satu buktipun yang menunjukkan bahwa drone itu milik Iran.

Menurut koran Korea itu, Pompeo yang mengira rakyat Yaman tidak punya pengetahuan tentang cara mengelola teknologi ini, kemudian menyalahkan Iran.

Menurut Korea Times, setahun pasca dimulainya agresi militer Saudi ke Yaman tahun 2015, rakyat Yaman mulai meluncurkan rudal balistik kecil ke Saudi, namun Riyadh tidak percaya rakyat Yaman sendiri yang meluncurkannya.

Secara tidak langsung, Saudi menyangka Yaman tidak punya pengetahuan yang memadai untuk memodernisasi rudal-rudal peninggalan Uni Soviet, maka dari itu berkesimpulan Yaman dibantu Iran.

Faktanya, kata Korea Times, angkatan udara Yaman sudah memiliki rudal Scud selama beberapa dekade sebelum pemerintahan negara itu jatuh pada tahun 2015, dan memiliki teknisi yang melayani mereka.

Sebagian besar teknisi itu mungkin bergabung ke Houthi, dan memodifikasi rudal Scud dengan memotongnya menjadi dua dan memasukkan tangki bahan bakar yang lebih besar di tengah. (HS)

Tags

Komentar