Okt 16, 2019 17:15 Asia/Jakarta
  • Pekka Haavisto
    Pekka Haavisto

Menteri Luar Negeri Finlandia memprotes sikap kontradiktif pemerintah Amerika Serikat dan mengatakan, operasi militer Turki di utara Suriah justru memperkuat Presiden Suriah, Bashar Assad dan Rusia.

Fars News (16/10/2019) melaporkan, Menlu Finlandia, Pekka Haavisto yang juga ketua Partai Hijau negara itu percaya bahwa perkembangan terbaru dampak operasi militer Turki, menyebabkan koalisi milisi Kurdi dan pemerintah Suriah semakin kuat, dan memperluas pengaruh Rusia.

Sebagaimana diberitakan Sputnik, Menlu Finlandia dalam wawancara dengan televisi Yle menegaskan, dampak penarikan pasukan Amerika dari utara Suriah, akan memperkuat pengaruh Suriah dan Rusia di kawasan.

Haavisto menambahkan, kesepakatan yang dicapai pemerintah Suriah dengan milisi Kurdi, akan memperkuat posisi Bashar Assad, karena ia bisa mencapai kesepatakan dengan Kurdi dan menguasai penuh kontrol daerah perbatasan. Kondisi ini juga membuat Rusia berubah menjadi salah satu pemain kuat.

Menurutnya, kebijakan Amerika di Suriah adalah kebijakan kontradiktif yang memperlemah posisi Barat dan memperkuat Suriah, selain itu peran Rusia dalam perimbangan kekuatan juga akan semakin penting.

Menlu Finlandia menegaskan, dimulainya dukungan militer Suriah terhadap milisi Kurdi dalam operasi militer Turki, mengubah aturan permaian.

Sementara kondisi Turki saat ini, katanya, lebih sulit, karena negara ini tidak sedang melawan terorisme tapi menghadapi sebuah negara. (HS)

Tags