Oct 23, 2019 11:19 Asia/Jakarta
  • Putin-Assad
    Putin-Assad

Presiden Rusia, Vladimir Putin Selasa (22/10/2019) di kontak telepon dengan sejawatnya dari Suriah, Bashar al-Assad, memaparkan kesepakatan Moskow dan Ankara terkait utara Suriah kepada pemimpin Damaskus ini.

IRNA melaporkan, di kontak ini, Putin seraya menjelaskan butir-butir kesepakatan Rusia dan Turki menyatakan, Moskow menekankan persatuan dan kedaulatan wilayah serta nasional Suriah.

Presiden Rusia menambahkan, segala bentuk kesepakatana ntara Rusia dan Turki akan fokus pada perlawanan penuh terhadap model dan bentuk terorisme serta pemusnahan rencana desintegrasi.

Bashar al-Assad di kontak ini menekankan penentangan penuhnya terhadap setiap invasi ke wilayah negaranya dan upaya untuk mengubah demografi Suriah dengan alasan apapun.

Assad menjelaskan, bangsa Suriah akan tetap melanjutkan perang melawan teroris dan penjajah.

Putin dan Erdogan hari Selasa usai pertemuan selama enam jam di kota Sochi, menandatangani nota kesepahaman (Mou) sepuluh butir terkait kondisi keamanan utara Suriah.

Setelah penandatanganan kesepahaman ini, Menlu Rusia Sergei Lavrov mengkonfirmasi berakhirnya operasi militer Turki di utara Suriah.

Berdasarkan kesepahaman ini, seluruh unit milisi Kurdi akan keluar dari Manbij dan Ral Rafat, utara Suriah.

Militer Turki melancarkan agresi militer ke utara Suriah selama delapan hari sejak 9 Oktober lalu dengan dalih melawan terorisme dan membersihkan kawasan perbatasan Suriah-Turki dari keberadaan milisi bersenjata Kurdi yang dinilai teroris oleh Ankara. Operasi ini dilancarkan atas instruksi langsung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Serangan ini dihentikan setelah kesepakatan Turki dan Amerika hari Kamis untuk menerapkan gencatan senjata selama lima hari di utara Suriah.

Pemerintah Trump setelah mendapat kritikan luas di dalam dan luar negeri terpaksa mencapai kesepakatan dengan Turki terkait gencatan senjata di utara Suriah.

Invasi militer Turki ke utara Suriah dilancarkan dengan lampu hijau Amerika Serikat.

Militer Turki selama tiga tahun lalu, berulang kali melanggar wilayah Suriah. (MF)

 

Tags

Komentar